08 April 2012

1 Cahaya Untuk Semua

Prosesi cahaya lilin di Malam Paskah merupakan sesuatu yang sangat indah buatku. Lilin-lilin yang dipegang oleh umat, semuanya dinyalakan hanya dari 1 sumber api, yaitu lilin paskah yang dinyalakan di atas altar saja. Pertama-tama para putra altar yang menyalakan lilin mereka dari lilin paskah tersebut. Lalu mereka berkeliling menyebarkan api tersebut kepada seluruh umat di gereja supaya semua orang dapat menyalakan lilinnya. Dengan cara itulah, adegan yang indah seperti ini dapat terjadi:


Sore tadi aku sampai di gereja agak mepet, jadi aku mendapat tempat duduk di luar. Ketika menjalani prosesi lilin ini, lilin yang aku pegang berkali-kali padam karena hembusan angin yang kencang di sekitar tenda di luar gereja. Ternyata bukan hanya aku saja yang mengalaminya. Banyak orang lain pun yang lilinnya padam karena tertiup angin. Tapi untunglah, ketika lilinku padam, aku tidak perlu lagi mencari putra altar yang menyalakan lilinku pada awalnya. Ataupun aku tidak perlu naik ke altar untuk menyalakan lilinku sendiri dari lilin paskah. Karena orang-orang di sekitarku sudah memegang lilin yang menyala. Jadi yang perlu aku lakukan hanyalah meminta api dari orang di sebelahku.

Lalu aku sadar, seharusnya seperti itu juga lah kita dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika kita mendapat berkat dan penghiburan, entah dari misa hari Minggu di gereja atau dari persekutuan rohani kita, api lilin kita kembali berkobar. Seharusnya, bila kita bertemu orang lain yang apinya padam, kita dapat dengan mudah menyalakan kembali api orang itu dengan membagi api yang telah kita miliki. Tapi seringkali kita lebih suka untuk menyimpan api itu sendiri saja dan tidak mau peduli akan keredupan hidup orang itu. Kita terlalu senang dan puas akan nyala api kita sendiri sehingga kita tidak peduli lagi bila dunia sekitar kita menjadi redup dan gelap. Yang penting kita sudah menemukan cahaya, jadi kita tidak peduli apakah tetangga kita atau keluarga kita yang lain sudah menemukan cahaya itu juga atau belum.


Atau mungkin yang lebih sering terjadi adalah, kita bahkan tidak memiliki cahaya itu sama sekali. Mungkin saat ada orang lain yang menawarkan cahaya itu, kita menolak untuk bersinar dan lebih suka untuk tetap menjadi redup. Kita terlalu betah dengan keredupan di sekitar kita sehingga cahaya yang terlalu terang terasa menyakitkan mata kita dan membuat kita menjadi tidak nyaman.

Bayangkan, betapa indahnya dan mudahnya bila sekitar kita dipenuhi dengan cahaya. Kita tidak perlu berjalan terlalu jauh atau berusaha terlalu keras untuk dapat bercahaya juga. Karena cahaya itu dapat dengan mudah kita dapatkan dari sekeliling kita. Namun sayangnya, banyak orang jaman sekarang yang lebih suka untuk tidak bercahaya. Atau lebih suka menampilkan cahaya yang palsu. Atau bahkan merasa bangga karena tidak memiliki cahaya tersebut sekalipun. Dengan semakin banyaknya mental semacam ini, generasi kita akan semakin menjadi generasi yang redup dan gelap. Karena bahkan sekalipun ada seseorang yang ingin bercahaya, dia kesulitan untuk menemukan sumber cahaya tersebut. Manusia bukanlah makhluk yang dapat mengeluarkan cahaya dengan sendirinya seperti kunang-kunang. Kita perlu sumber cahaya, dan hanya Tuhan lah sumber cahaya sejati yang tidak akan pernah padam. 

Teman, jangan tolak cahaya itu bila Dia datang kepadamu. Mari kita bercahaya dengan semakin terang, agar semakin banyak orang muda generasi ini yang dapat bercahaya dengan indah bagi dunia.

Happy Easter, bro & sis...
God Loves You and I forever... ^_^

© hiLda 2012

Baca selengkapnya...

21 Maret 2012

Unnecessary Words

Konon, katanya, saat kita mati nanti, kita harus mempertanggungjawabkan semua kata-kata yang pernah kita ucapkan. Apakah kita memberkati orang lain dengan kata-kata kita? Ataukah kita mengucapkan kata-kata yang tujuannya memang untuk menyakiti hati orang lain?

Ada sebuah kisah di suatu suku pedalaman. Suatu hari mereka ingin menebang sebuah pohon yang sudah sangat tua dan sangat besar. Namun kapak mereka tidak cukup kuat untuk menumbangkan pohon tersebut. Lalu apa yang mereka lakukan? Mereka mengumpulkan semua orang muda di suku tersebut, lalu meneriaki pohon itu. Mereka melakukannya sepanjang hari selama berhari-hari. Lalu apa yang terjadi? Setelah berhari-hari diteriaki, pohon itu menjadi kering dan rapuh. Daun-daunnya berguguran. Sehingga akhirnya, mereka bisa menebang pohon itu menggunakan kapak mereka.

Sebenarnya apa yang terjadi ketika pohon itu diteriaki terus menerus selama berhari-hari? Ya, memang benar, mulut manusia memiliki kuasa yang besar. Ketika kita mengucapkan sesuatu, kita memiliki kuasa untuk menyuburkan atau menghancurkan lawan bicara kita. Apa yang kita ucapkan, walaupun mungkin tidak kasar, bila dalam konteks yang salah, dapat menyakiti lawan bicara kita. Contoh:
Udin: "Cok, lo tahu ga Ahmad Dhani cerai sama Maia?"
Ucok: "Yaelah, lo baru tau?? Dah basi kaleeeee..."

Apa yang ucok katakan itu tidak kasar. Tapi sebenarnya cukup menyakitkan. Contoh yang lain lagi:
Udin: "Cok, gimana sih caranya bikin autotext di BBM?"
Ucok: "Hah? Bikin autotext aja lo ga tau? Itu kan gampang banget. Anak TK aja bisa kaleee..."

Okay, itulah yang aku maksud dengan unnecessary words. Kalimat-kalimat yang diucapkan Ucok adalah kalimat ga penting yang sebenarnya bila tidak dikatakan pun tidak akan menghilangkan atau mengurangi maksud dan tujuan sebenarnya dari pembicaraan tersebut. Artinya, Ucok bisa menjawab pertanyaan Udin tanpa menggunakan kalimat komentar yang menjatuhkan harga diri Udin. Dalam kalimat Ucok yang pertama, tanpa sadar Ucok menempelkan lebel "BASI" di jidat Udin. Dalam kalimat Ucok yang kedua, tanpa sadar Ucok menempelkan lebel "BODOH" di jidat Udin.

Come on guys, memang perkataan semacam ini sudah semakin lazim diucapkan. Dan memang, tidak semua orang akan langsung merasa tersinggung akan hal-hal kecil seperti ini. Tapi pikirkanlah betapa ga-penting-dan-ngabisin-tenaga-nya kata-kata semacam ini. Kata-kata semacam ini sama sekali tidak membangun. Kata-kata semacam ini sama saja dengan teriakan-teriakan yang dikeluarkan orang-orang suku pedalaman pada cerita di atas itu kepada pohon yang hendak mereka tumbangkan. Pada akhirnya, kata-kata ini hanya akan mengeringkan orang yang menjadi lawan bicara kita. Merusak. Dan membuat dia mudah untuk ditumbangkan orang yang lain lagi.

Firman Tuhan berkata:
"Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Ams 18:21)

Ada juga pepatah demikian:
"Mulutmu harimaumu"

Jadi, memang lidah dan mulut kita ini memiliki kuasa yang luar biasa besar. Dan akan menjadi sangat indah sekali bila 2 percakapan di atas berubah menjadi seperti ini:
Udin: "Cok, lo tahu ga Ahmad Dhani cerai sama Maia?"
Ucok: "Tahu lah, itu kan udah lama. Sekarang kan Maia jadi independent woman yang keren abis gitu."

Udin: "Cok, gimana sih caranya bikin autotext di BBM?"
Ucok: "Oo, gampang koq. Sini gua ajarin caranya."

Percakapan yang indah dan membangun, tanpa sesi pelabelan kepada sang lawan bicara. Aku percaya, bila percakapan yang berlangsung menjadi seperti ini, Ucok akan senang karena mendapat info baru, Udin pun akan senang karena tidak perlu capek-capek mengeluarkan kalimat yang ga penting.

Aku pun masih terus berusaha untuk menghilangkan kebiasaan semacam ini. Dan memang kata-kata semacam ini sering mengalir begitu saja dari mulut kita tanpa kita sadari sama sekali saking sudah terbiasanya. Tapi mari kita ubah kebiasaan kita. Ingatlah, kebiasaan-kebiasaan kita akan berubah menjadi karakter kita. Bila kita melakukan kebiasaan yang baik, maka karakter kita pun akan menjadi baik.


GBU alwayz... ^_^

© hiLda 2012

Baca selengkapnya...

12 Maret 2012

K-Con Part 5: The Listener

This is the last part of Bo's Leadership Session. Untuk menjadi pemimpin yang baik, kita harus dapat mendengarkan dengan baik pula. Ada 3 orang yang harus kita dengarkan. Check it out...




Listen #3 that I don't get the chance to record is: LISTEN TO YOUR MENTORS. Because only a humble leaders seek for mentors.

Dan kesimpulan terakhir dari sesi ini adalah:
A leader must constantly growing.
When leader stop growing, his members will stop growing too.
How? Be humble!

Aku pribadi paling menyukai bagian ini dari keseluruhan session. Saat Bo berkata: "When your customer stops buying from you, you don't say 'Bad customers!'". That is just so true. And I like this line too: "When your members stop attending your meeting, there is nothing wrong with your members. There is something wrong with your meeting." Haha. That's, once again, is just sooo true.

Hope you'll be blessed with my documentation of this session. Let's change Indonesia by being a better leader.

God bless Indonesia... ^_^

© hiLda 2012

Baca selengkapnya...

19 Februari 2012

Little Miss Perfect

Somehow, aku teringat akan sebuah percakapan antara Quinn dan Shelby di Serial TV Glee season 3:


Quinn: Yeah, well, I'm not going back to being that girl. Little miss blonde perfect.
Shelby: Quinn, were you ever really that girl? I mean, would that kind of girl even get pregnant in the first place?

Kalau kalian suka menonton serial TV ini, kalian pasti tahu bahwa Quinn hamil di luar nikah saat dia masih duduk di bangku sekolah (high school). Sebenarnya, dia adalah seorang gadis yang "perfect": kapten cheerleader, populer, memiliki keluarga yang terhormat. Tapi sayangnya, karena dia hamil di luar nikah, dia harus menyerahkan bayinya kepada Shelby untuk diadopsi, karena dia belum mampu menjadi orang tua.

Sejak itu, Quinn berusaha menjadi populer lagi. Dia ingin memiliki kembali kejayaannya di masa lalu. Namun dia gagal. Sehingga dia mengubah citra dirinya menjadi seorang cewek berandalan yang dekil. Dia ingin meninggalkan citra dirinya yang "perfect". Dan berubah menjadi orang yang lain sama sekali.

There's something funny about the above conversation. Dalam hatinya, Quinn tetap selalu berpikir bahwa dia adalah seorang gadis yang sempurna. Sekalipun dia hamil di luar nikah, dia tetap berpikir bahwa dia adalah gadis yang sempurna. Padahal kenyataannya, dia tidak pernah menjadi sempurna. Kenyataannya, tidak ada manusia yang sempurna.

Kesalahan terbesar manusia adalah ketika dia berusaha mati-matian untuk menjadi yang paling sempurna. You know what, you'll never be perfect. Karena dengan menjadi sempurna, artinya tidak ada lagi tempat untuk kesalahan. When you always want to be perfect, any mistakes will be unforgivable. That's hurt. Because you'll never not making any mistakes. People always make mistakes all the time.

Aku rasa inilah kesalahan terbesar dalam diriku yang sampai saat ini pun masih terus menjadi pergumulanku. Aku pikir, aku harus menjadi sempurna supaya orang lain bisa mencintaiku. Aku pikir, bila aku melakukan kesalahan maka aku tidak layak untuk dicintai. Ternyata aku salah. Karena ketika aku berpikir seperti itu, maka aku pun tidak akan pernah membiarkan orang yang aku cintai melakukan kesalahan sedikit pun terhadapku. And that really hurts. Karena sesempurna apapun cinta orang itu kepadaku, dia akan tetap melakukan kesalahan, baik sadar maupun tidak sadar. Sehingga bila aku terus mengharapkan dia untuk mencintaiku tanpa cacat dan cela, justru aku yang akan selalu terluka.

I am wrong. I think it all wrong all the time. I can never be the Little Miss Perfect, a girl who always right all the time. I think I have to forgive myself for committing some mistakes sometime. Because making mistakes doesn't turn you into someone who is unworthy. It's common. It proves us that we are human. And it enables me to love someone who is not perfect too. Because we are equal. Because I allow him or her to make mistakes too.

I love my father and mother. I love my sisters too. I love my family. I know that they are not perfect. And it takes a lot of humility to finally say and understand and realize that we are not perfect. And I want to stop being a Little Miss Perfect too. I really do. I just want to be an ordinary girl who gives spaces for mistakes in my life. And I just want to love them with my imperfect love. And hope that it will be enough for them to forgive all of my mistakes.

And you know what, Shelby juga mengatakan hal yang sama pada Quinn selanjutnya:

Shelby: First step to becoming an adult: Stop punishing yourself for things you did when you were a child.

So, let's stop being a child. And forgive ourselves for being imperfect.


GBU alwayz... ^_^

© hiLda 2012


Baca selengkapnya...

15 Februari 2012

K-Con Part 4: The Reality

And here is the most important message of this session. Somehow we always expect something supernatural to happen when it comes to God's will. But actually, God speaks as loudly as He can through REALITY. What is that mean? Check this out:



Kita mungkin tahu kenyataan yang ada di depan mata kita. Tapi kadang kita tidak memiliki kerendahan hati untuk mau mengakui pahitnya kenyataan tersebut. So, it requires humility to be able to realize the real reality, I think.

Masih ada 1 video lagi untuk sesi ini. Nantikan post-ku selanjutnya ya.

GBU alwayz ^_^

© hiLda 2012


Baca selengkapnya...

01 Februari 2012

Indonesia Tanah Air Beta: The Truth of “Permohonan Paspor Online”

Indonesia adalah negara yang menggoda. Menggoda untuk lebih memilih jalan yang dianggap lazim oleh banyak orang walaupun sebenarnya salah.

Minggu lalu saya benar-benar dijui kesabarannya. Padahal yang saya lakukan sangat-sangat sederhana dan biasa: mengganti buku paspor. Dari awal memang semua orang menyarankan, “Pake calo aja, daripada repot bolak balik. Belum lagi nunggunya.” Well, I was tempted actually, but my heart says, “Let’s try this the right way.”

So, dengan memanfaatkan teknologi informasi yang kian canggih, aku mencoba aplikasi permohonan ganti buku paspor lewat web site (www.imigrasi.co.id). Sempat hampir putus asa untuk memasukkan aplikasi online, karena berkali-kali aku mencoba, selalu putus di tengah. Seolah-olah server-nya tidak memberi respon sama sekali (dan FYI, web site DirJen Imigrasi ternyata menggunakan Joomla. OMG?!?! Can’t they find a REAL PROGRAMMER to create such a public service web site?? *sigh*). Setelah seharian mencoba, akhirnya sukses juga mendaftar online. Dan aku pun mendapat surat bukti permohonan aplikasi online.

Pada hari yang ditentukan, aku sudah sampai di kantor imigrasi sejak pukul 7.30 pagi. Aku mengantri di bagian Customer Care untuk mendapatkan formulir tertulis (karena walaupun kita sudah mendaftar online, kita tetap perlu mengisi formulir tertulis. OMG!! Can’t they find a good consultant to make a more reasonable business process?!?!). Segera setelah selesai mengisi formulir, aku mengambil nomor antrian. Dan ternyata disediakan loket khusus untuk aplikasi online. Aku mendapat antrian no. 10.

Mulai mengantri pukul 8.30, aku baru mendapat giliran menyerahkan berkas ke loket pukul 9.30. Cukup lama ya, padahal cuma menyerahkan berkas saja. Setelah itu aku diminta untuk menunggu lagi hingga dipanggil namanya di loket 5.

Selama menunggu itu, rupanya berkas-berkasku diverifikasi oleh para petugas. Coba tebak, jam berapa namaku baru dipanggil? Namaku baru dipanggil pukul 11.00. Yap, 1,5 jam hanya untuk memverifikasi berkas-berkas yang sebenarnya sudah aku upload secara online beberapa hari yang lalu. OMG?! What are they doing all those days before my appointment day? *sigh again*. And you know the funny part? Selama 2,5 jam menunggu di sana, aku memperhatikan ada beberapa orang calo yang terus datang bolak-balik ke loket. Berbicara sebentar, tahu-tahu diserahi banyak dokumen. Ada orang-orang yang baru saja datang ditemani calonya, langsung melangkah ke loket tanpa mengantri, lalu langsung mendapatkan nomor antrian untuk ke kasir. Dari nomor antrian ke 10, aku mendapat nomor antrian ke-70 untuk membayar di kasir *ngelus dada*.

Luar biasa ya negara kita. Dan coba tebak, pukul berapa aku baru selesai mengurus semuanya? Pukul 13.30. Bayangkan, pukul 8.00 - 13.30, artinya 5,5 jam hanya untuk mengganti buku paspor. Tidak masuk akal!!

Lucu sekali bagaimana negara kita ini beroperasi. DirJen Imigrasi adalah salah satu kantor yang paling ramai didatangi publik. Masa iya membeli web site yang bermutu saja tidak bisa? Dan yang lebih ironisnya lagi adalah spanduk ini:
(Klik pada gambar untuk melihat lebih jelas)
Look how our government do a really terrific job to lick his own a**. Dengan lantang mereka bilang menentang tindak percaloan dan korupsi. Kenyataannya, para calo diberi name tag khusus bahkan disediakan ruangan khusus untuk menunggu dan beroperasi. *ANCUURRRR DAHH*. Honestly, it’s really sad to look at those facts. Bagaimana bangsa Indonesia bisa maju dengan memiliki pemimpin yang bermuka dua. 

Tapi 1 hal yang aku sadari, aku sama sekali tidak menyesal menghabiskan waktu 5,5 jam untuk mengajukan penggantian buku paspor secara legal. Tidak akan ada asap bila tidak ada api. Calo itu seperti asap. Dan kita-kita yang malas menunggu dan melakukan tanggung jawab kita sebagai warga negara yang baik lah yang menjadi apinya. Memang menyebalkan, birokrasi Indonesia (khususnya Jakarta, karena di Bandung tidak separah ini) sudah amat sangat bobrok. Ketika sesuatu sudah amat sangat hancur, perbaikan sekecil apapun pasti akan sangat berarti. Seperti sebuah larutan yang sangat asam, bila diberi air sedikit saja akan langsung terasa perbedaannya.

Aku rasa, bila seluruh warga Indonesia mau melakukan tanggung jawabnya, dan berhenti menjadi api, asap itu lama-kelamaan akan menghilang. Sedikit demi sedikit. Ini hanyalah sebuah cerita kecil tentang betapa rusaknya negara kita. Kalau kamu berharap, bahkan hanya sedikit saja, bahwa Indonesia suatu saat akan menjadi negara yang lebih baik, aku harap kamu bisa belajar juga untuk berhenti menjadi api. 

Mulailah dari sesuatu yang kecil supaya kita bisa melakukan sesuatu yang besar suatu hari nanti. Tidak ada gedung yang indah yang langsung jadi begitu saja. Semuanya harus dibangun sedikit demi sedikit dari pondasinya hingga ke atapnya. Mari kita membangun Indonesia yang lebih baik lagi. Apapun caranya, selama hal itu baik dan benar, walaupun menyebalkan dan mengesalkan, berusahalah melakukannya. Semoga 5 tahun ke depan ketika aku harus mengganti buku paspor lagi, Kantor Imigrasi Indonesia bisa menjadi tempat yang lebih bersahabat bagi warganya yang jujur.


God bless Indonesia... ^_^


© hiLda 2012


Baca selengkapnya...

22 Januari 2012

K-Con Part 3: The Humble Leader

In the previous talk, Brother Bo told us that the only pipeline to receive God's power is through humility. So here is the sequence after that talk.

At the beginning of this talk, Bo is assuming if we are in the middle of the street, stranded because our car is broken.. (I haven't get my camera ready at this time, so it kind of just skipped.. Sorry.. =p)

After that, you can see how he connect a mobile phone with our ability to receive God's power..



There are 2 more videos to finish this session. Please wait my next post. Hope you are blessed.

GBU alwayz... ^_^

© hiLda 2012

Baca selengkapnya...

25 Desember 2011

The Greatest Love Story Of All

This is the day when the greatest love story of all time began.

Kalau diteliti, setiap cerita cinta romantis yang paling hebat dan terkenal selalu bercerita tentang 1 hal: Undeserved love (cinta yang tidak pantas). Maksudnya? Let me give you some examples:
  1. Romeo & Juliet: Cinta yang tidak pantas antara 2 anak muda yang berasal dari 2 keluarga yang bermusuhan
  2. Edward Cullen & Bella Swan (Twilight): Cinta yang tidak pantas antara vampir dan manusia
  3. Tao Ming Se & San Chai (Meteor Garden): Cinta yang tidak pantas antara seorang ahli waris keluarga kaya dan seorang perempuan biasa.
  4. and so on.. and so on..
Kenapa cerita cinta semacam itu begitu mengharukan dan menyentuh hati banyak orang? Karena untuk bisa mewujudkan cinta yang tidak pantas seperti itu butuh perjuangan dan pengorbanan yang amat sangat besar. Semakin lebar jurang yang terbentang antara kedua insan tersebut, semakin besar usaha yang mereka perlukan untuk membangun jembatan untuk menyeberanginya.

Tapi sadarkah kalian bahwa cerita cinta paling hebat dan luar biasa yang pernah ada di dalam dunia justru tidak diperankan oleh seorang pria dan wanita yang saling jatuh cinta? Cerita cinta yang paling hebat itu dilakoni oleh Allah dan kita. Dia begitu mencintai kita, manusia, yang amat sangat tidak pantas untuk menerima cinta-Nya. Kita yang berdosa, murtad, sombong, dan benar-benar tidak layak untuk dicintai oleh seorang Allah.

Betapa konyolnya Dia, sehingga ketika Dia melihat jurang antara Dia dan kita yang terbentang begitu jauh dan dalam, Dia mengutus anak-Nya yang tunggal, seorang penghuni surga yang begitu berkuasa dan hebat, untuk menjadi manusia yang kotor dan hina. Isn't that insane? Why would He even do that?

And for making things worse, Dia hidup hanya untuk dibunuh oleh manusia yang amat sangat Dia cintai. Isn't that soooo tragic??!!

Banyak orang jaman sekarang yang mengolok-olok apa yang Yesus lakukan di kayu salib. Mereka bahkan berkata: "If Jesus had died for all of our sins, why don't we just enjoy them?" That is just sooo DUMB!!! Bagaimana mungkin ada yang tidak mengerti keindahan cinta di balik kisah tersebut? Bila kalian bisa begitu tersentuh, bahkan menangis, ketika menonton film Romeo & Juliet, bagaimana mungkin kalian tidak tersentuh melihat kisah cinta yang dilakoni Yesus ini, yang jelas-jelas membuktikan betapa besarnya cinta-Nya bagi kita sendiri, bagi KAMU!!

Dan 1 hal lagi yang membuat kisah cinta ini jauh lebih hebat dan indah dari kisah cinta mana pun, bahkan karya Shakespeare yang paling hebat sekalipun: Kisah cinta Yesus ini NYATA. Bahkan tercatat dalam sejarah. Apakah kalian masih berani memperolok cerita cinta ini?

Hari ini adalah peringatan di mana cerita cinta ini bermula. Ketika pengorbanan yang paling besar atas nama cinta itu terjadi. Coba bayangkan, bila kamu sudah memiliki segalanya, mobil, rumah, pekerjaan yang mapan, keluarga yang hangat; maukah kamu melepaskan semuanya itu dan menjadi seorang gembel yang tinggal di pinggir jalan? Itulah yang Yesus lakukan bagi kita hari ini. Dengan melepaskan segala ke-Allah-an-Nya, dengan menjadi sama seperti manusia, dia memulai cerita cinta yang paling hebat sepanjang masa ini.

And this love story still applies, for me, for you, for everyone in this whole wide world. He still loves you like crazy up until now...


Have a merry happy Christmas..

GBU alwayz… ^_^


© hiLda 2011



Baca selengkapnya...

22 Desember 2011

K-Con Part 2: The Power of A Leader

This is the final session in Leadership Conference at Kerygma Conference 2011. Dalam video ini, Bo Sanchez menjelaskan bahwa: authority comes with power. Jadi, seorang pemimpin yang telah dipilih oleh Tuhan pasti juga diberi kekuatan untuk dapat melaksanakan tugasnya. That power is divine. So we can only get it from GOD. Tapi, seringkali seorang pemimpin memakai otoritasnya, tapi tidak kekuatannya. Karena ada saluran yang harus dimiliki agar seorang pemimpin dapat memperoleh kekuatan tersebut, tetapi dia tidak menggunakannya. Apakah itu? Check this out...



Aku percaya, bila semakin banyak pemimpin-pemimpin berkualitas yang muncul di Indonesia, bangsa ini pasti akan berubah drastis ke arah yang jauh lebih baik. Video ini baru pembuka saja. Masih ada pesan lain yang disampaikan oleh Bo Sanchez dalam sesi ini. Nantikan lanjutannya di posting-an ku berikutnya..


GBU alwayz... ^_^



Baca selengkapnya...

28 November 2011

K-Con Part 1: The Magician

Last week is a very exciting experience for me. Aku (dengan modal nekat) ikut pergi ke Kerygma Conference 2011 yang diadakan oleh Bo Sanchez di Manila. Aku pergi bersama dengan 10 orang lainnya. Banyak cerita yang menyenangkan dan benar-benar mengajariku sesuatu yang baru. Tapi kali ini aku hanya akan membagikan sebuah video ini.

Setelah meng-edit dengan susah payah (hehe..) akhirnya video pendek ini rampung juga. Namanya JB. Dia adalah seorang Magician. Dia mengisi acara di tengah-tengah Leadership Conference tanggal 18 November 2011 tepat sebelum sesi puncak. Yang menarik, orang ini bukan hanya Magician biasa (macam Dedy Corbuzier). Dia adalah seorang pelayan juga. Sehingga trik sulapnya menjadi lebih bermakna seperti yang satu ini:




Sebuah magic trick yang sudah sering kita lihat sebelumnya. Tapi dia membawakannya melalui pengalaman hidupnya yang telah diubahkan oleh Tuhan. Sungguh menyentuh.... T.T

Intinya, dia hanya menyampaikan, Tuhan tidak pernah pandang bulu dalam memberikan berkat. Dia tidak pandang bulu dalam membagikan kasih-Nya. Seberapa hancurnya pun hidup kita, dia akan tetap selalu bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang indah dan luar biasa. Asal kita mau dipakai oleh-Nya. Tidak perlu menjadi seorang yang terkenal dan dikagumi banyak orang, tapi hanya sekedar menjadi anak yang baik, pegawai yang baik, adik yang baik, istri yang baik, kakak yang baik, dan seterusnya. Di mana pun kita berada, Dia bisa mengubah kita menjadi LUAR BIASA, asal kita menjawab "OK" kepada-Nya.

Life is much more beautiful with God. Trust me on that.


GBU alwayz... ^_^

© hiLda 2011
Baca selengkapnya...

10 November 2011

Where's The Hero??


Nenek moyangku orang pelaut
Gemar mengarung luas samudera
Menerjang ombak tiada takut
Menembus badai sudah biasa

Lagu anak-anak di atas menceritakan tentang betapa gagahnya nenek moyang kita, Bangsa Indonesia, dahulu kala. Seperti yang kita pelajari dalam mata pelajaran sejarah saat kita masih sekolah, Bangsa Indonesia dahulu terbagi menjadi berbagai kerajaan maritim yang sangat kuat dan dikagumi bangsa lain.

Hari ini adalah Hari Pahlawan. Hari di mana kita memberikan penghargaan khusus pada para pahlawan kita yang berjuang untuk memerdekakan Indonesia. Ironisnya, jiwa kepahlawanan di bangsa kita ini lama kelamaan semakin menghilang. Sehingga lagu di atas hanya menjadi sebuah sejarah indah yang tidak dapat lagi dijumpai dalam kehidupan Bangsa Indonesia jaman sekarang.

Tadi malam aku berkunjung ke sebuah mal di daerah Jakarta Barat. Ketika aku menaiki lift, tiba-tiba ada dua orang yang ikut naik ke lift dan menunjuk-nunjuk kea rah atrium mal di lantai dasar. Mereka berbisik-bisik tentang seseorang yang baru saja melompat dari lantai 4 mal tersebut dan sekarang terkapar tak berdaya di atrium mal sambil ditontoni seluruh pengunjung mal. Wow!! Mendengar seperti itu aku pun melongok ke luar lift untuk melihat, dan benar saja, seorang pria terkapar tak berdaya dikelilingi satpam-satpam untuk dibawa ke rumah sakit. Seram sekali!!!

Sedih rasanya melihat kejadian ini di hari ini. Hari ini adalah Hari Pahlawan. Hari di mana kita mengenang ketangguhan para pahlawan kita. Seorang pahlawan jelas tidak akan menyerah semudah itu dan lari dari permasalahan hidupnya dengan mencoba bunuh diri. Hanya seorang pengecut yang melakukannya. Seberat apapun masalah yang dihadapi seorang pahlawan, dia akan tetap terus berjuang sampai titik darah penghabisan hingga dia menang. Seorang pahlawan seharusnya berani, seorang pahlawan seharusnya tangguh, seorang pahlawan seharusnya mampu menaklukkan badai.

Dan kita ini adalah bangsa yang memiliki sejarah kepahlawanan yang sangat hebat. Lihatlah Gajahmada dengan Sumpah Palapa-nya, atau Soekarno dengan keberhasilannya memerdekakan Indonesia dari penjajah. Tapi lihatlah generasi sekarang, hampir setiap hari selalu ada berita tentang orang yang bunuh diri, kasus pemerkosaan, korupsi. Shame on US!!! Tidakkah kita malu akan diri kita sendiri?!

Hai generasi muda Indonesia. Bolehlah kita suka memakai produk import atau jalan-jalan ke luar negeri. Tapi di Indonesia inilah kita dilahirkan dan dibesarkan. Aku rasa Ibu Pertiwi saat ini sedang menangis melihat tingkah laku anak mudanya. Seberat apapun permasalahan dalam hidup kita, kita harus tetap memiliki jiwa kepahlawanan dalam hati kita. Jangan menyerah! Jangan mengambil langkah yang bodoh dan menghancurkan masa depan kita sendiri. 

Kurang uang? Kerja, jangan korupsi! 
Ketagihan nonton film porno? Pergi ke gym atau ikuti kegiatan rohani atau sosial, jangan memperkosa anak orang! 
Punya masalah yang berat? Jangan lari dari masalahmu, hadapi dengan berani dan cari pemecahannya!

Firman Tuhan berkata, 
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Kor 10:13). 
Yang artinya, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan asal kita cukup berani untuk menghadapinya.

Teman, sebagai generasi muda Indonesia, mari kita belajar untuk menjadi lebih tangguh dan tahan uji. Memang Negara Indonesia saat ini tengah carut marut. Tapi bila Bangsa Indonesia juga ikut-ikutan carut marut, maka 10 tahun lagi tidak akan ada lagi yang namanya Bangsa atau Negara Indonesia. Lewat keseharian kita, mari kita belajar untuk menjadi seorang pahlawan. Pahlawan bagi orang tua kita, teman-teman kita, keluarga kita, dan yang terutama, menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri.


Selamat Hari Pahlawan, Bangsa Indonesia…
GBU always… ^_^

© hiLda 2011
Baca selengkapnya...

08 November 2011

Officially 24

1 hari sama dengan 24 jam
2 lusin sama dengan 24 buah

24 bukan jumlah yang banyak
Bila membeli baju 2 lusin di Tanah Abang
Paling hanya mendapat diskon tak seberapa

Tapi 24 tahun 
telah mengajariku begitu banyak...

Lembah kekalahan atau puncak kemenangan
Cerahnya persahabatan atau gelapnya permusuhan
Hangatnya cinta atau dinginnya kekecewaan

Semuanya pernah aku lewati...

Namun,
tak kalah banyak yang masih menanti

Di balik 24, masih ada 25
Sebuah misteri yang saat ini belum bisa aku ungkap
Tapi sudah menanti di balik gerbang
Menantiku untuk menguaknya

No worries...
I will fly and reach for glory...

For Your love
And all your love
Will always strengthen me...

Thanks my sweet Jesus,
Thanks my lovely Mom and Dad,
Thanks my awesome sisters,
Thanks my beloved boyfriend,
Thanks my amazing friends,
Thanks for all of you who always support my back..

This year, I will try harder to reach for my dreams..

In Jesus name..
Amen... ^_^


Baca selengkapnya...

02 November 2011

Utuslah Roh-Mu, Ya Tuhan

A dream come true..

Saat kami berdiskusi tentang lagu yang ingin kami ciptakan, terlintas di benakku untuk menjadikan lagu Mazmur Tanggapan menjadi lagu yang lebih "gaul" dan "ngga ngebosenin" a la anak muda. Suatu hari, saat kami pergi pelayanan di hari Pentakosta, temanku Bernard menyanyikan lagu Mazmur ini di misa sebagai Mazmur Tanggapan. Nadanya begitu indah, agung, dan menyentuh, sehingga kami pun terinspirasi untuk menggarap lagu ini menjadi sesuatu yang baru.

Persembahan berikut ini kami bawakan di acara "Campus Fire 2011" PD Binus yang diadakan pada tanggal 16 Oktober 2011 di Kampus Kijang, Binus University. Sempat terjadi kesalahan teknis di awal lagu (mic mati... T_T ), dan beberapa kesalahan teknis lain yang membuat persembahan kami tidak sempurna, but this is our best shot and hope someday we will have a better chance to fix everything up and give our best offering to HIM.. 

Hope you'll like it too, guys... And don't forget to leave your comment.. Cekidot... =D



Reff:
Utuslah Roh-Mu ya Tuhan
Dan jadi baru seluruh muka bumi

1. Allahku, nama-Mu hendak kupuji
Engkau amat agung, berdandan sinar kebesaran

2. Ya Tuhan berselubungkan cahaya bagai jubah raja
Langit Kau pasang bagai kemah

3. Firman-Mu disampaikan oleh angin
Api yang berkobar tunduk pada-Mu bagai hamba.





"Apabila Engkau mengirim Roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi." 
(Mzm 104:30)



GBU alwayz... ^_^

© hiLda 2011
Baca selengkapnya...

12 September 2011

Pain And Scar

Siapa yang ngga kenal dengan panda cute nan imut yang satu ini:
Cute Baby Po
Yup yup yup.. Dia adalah Po si Pendekar Naga (Dragon Warrior). Belum lama ini dia mulai beraksi di bioskop Indonesia. Maklum, karena aksi boikot-memboikot film Hollywood, Po jadi terlambat datang ke tanah air.

Anyway, aku kebetulan sudah menonton Film Kung Fu Panda 2 ini 2 kali. Dan walaupun sudah nonton untuk kedua kalinya, tetap saja aku tertawa habis-habisan dari awal hingga akhir film. Yang menarik, film ini bukan hanya sekedar lucu saja, tetapi juga menyuguhkan tampilan animasi yang luar biasa detail dan sempurna, juga cerita yang sangat menyentuh. *SPOILER ALERT*

Bagi yang sudah menonton (atau yang belum menonton tapi tidak keberatan untuk diberi bocoran alur cerita), pasti mengenal Lord Shen si Burung Merak. Putra Mahkota Gongmen City. Yang, bila bukan karena ambisinya untuk menguasai seluruh China, pasti sudah diwarisi tahta kerajaan oleh ayahnya.

Lord Shen The Peacock
Kedua orang tua Shen telah menebarkan banyak sukacita ke seluruh penjuru China lewat kembang api yang mereka ciptakan. Tetapi Shen tidak puas hanya dengan membuat kembang api. Dia menciptakan bahan peledak dari bahan pembuat kembang api. Lantas, bukan sukacita lagi yang ia tebarkan, melainkan perang dan kerusakan.

Dengan ambisinya yang membara untuk menguasai seluruh China, Shen berusaha untuk meyakinkan kedua orang tuanya bahwa dia adalah seorang yang kuat dan tidak tertandingi. Tetapi muncul sebuah ramalan bahwa suatu hari dia akan dikalahkan oleh seorang pendekar panda. Panik dengan munculnya ramalan tersebut, Shen akhirnya mem-bumi-hangus-kan Desa Panda, tempat Po kecil tinggal. Desa Panda yang awalnya aman dan tentram akhirnya musnah dan hancur berantakan. Kecewa dengan tindakan Shen tersebut, akhirnya ayahnya mengusir dia dari Kota Gongmen.

Tahun berganti tahun, setelah kematian ayahnya, Shen kembali ke Kota Gongmen untuk merebut kembali tahtanya. Po yang telah tumbuh dewasa pun tanpa sengaja diberi tugas untuk menyelamatkan Kota Gongmen. Di sanalah dia bertemu muka dengan Shen. Po tidak pernah ingat akan apa yang terjadi pada Desa Panda hingga dia berhadapan dengan Shen. Beberapa kali ia terpukul jatuh hanya karena terbersit sekelumit ingatan akan Desa Panda-nya yang dihancurkan ketika ia masih kecil dahulu. Dan akhirnya, setelah dia dikalahkan oleh Shen dan hampir tewas, barulah dia kembali ke puing-puing Desa Panda dan mengingat kembali masa kecilnya yang dihancurkan oleh keegoisan Shen.

Po di Rumah Masa Kecilnya
Ketika mengingat hal ini pertama kali, Po pun merasa sedih dan hancur dan kalah. Namun, bukan Ksatria Naga namanya bila dia kalah begitu saja. Po pun bangkit untuk menghadapi armada meriam Shen. Berbekal ilmu "Inner Peace" yang diajarkan Master Shifu, Po berhasil menangkap semua peluru meriam yang ditembakkan armada kapal Shen dan menghancurkan semuanya.

Yang menarik, ketika Po berhadapan dengan Shen di detik-detik kekalahannya, Shen bertanya padanya: "Bagaimana kau melakukannya? Bagaimana kau bisa menemukan 'Inner Peace'?? Aku sudah menghancurkan hidupmu." Lalu Po menjawab, "Itulah masalahnya, Shen. Luka bisa sembuh. (Pains heal...)" Lalu Shen menjawab, "Luka memang bisa sembuh. Tapi bekasnya tetap ada. (Pain does heal. But scars did not)". Lalu Po menjawab, "Tidak, bekas luka pun bisa sembuh (No, scars heal too.)". Tapi Shen tetap bersikukuh bahwa bekas luka selamanya akan selalu ada. Dan dalam kemarahan dia menyerang Po sehingga membuat tiang kapal rubuh dan menimpa dirinya sendiri.

Secuplik percakapan di bagian klimaks cerita ini yang amat menyentuh saya. Ada 2 tokoh dalam percakapan ini: Shen yang selalu menyimpan lukanya seumur hidupnya dan Po yang meraskan luka dalam hidupnya tapi tidak memendamnya. Keduanya memiliki masalah yang sama: luka hati. Tapi keduanya memiliki paradigma yang berbeda. Sehingga keduanya memiliki akhir cerita yang berbeda pula:
1. Shen, mati dalam kemarahannya dan karena kecerobohannya sendiri
2. Po, menjadi Pendekar Naga yang dikenang dan disanjung sebagai Penyelamat China

Teman, aku setuju bahwa luka hati itu menyakitkan. Terlebih lagi bila kita dilukai oleh orang yang paling dekat dengan kita dan yang paling kita percayai. Rasa sakitnya akan luar biasa berlipat ganda. Tetapi, bila kita terus memendam luka itu seperti yang dilakukan Shen, kita tidak akan dapat membagikan sukacita pada orang-orang di sekitar kita. Yang kita bagikan hanyalah luka, kehancuran dan kesedihan pula.

Ketika kita dilukai, kita pasti merasa sedih. Itu adalah hal yang wajar. Kita merasa kecewa, marah, kesal, itu semua sangatlah wajar. Tidak ada yang salah dengan merasakan semua perasaan negatif itu. Tetapi, suatu hari kita harus melepaskannya dan membiarkan hati kita lepas dari segala luka dan perasaan-perasaan negatif tersebut. Kita harus bisa mengampuni orang yang melukai kita agar kita bisa menemukan "Inner Peace". Ibaratnya, bila kita terus memendam rasa sakit hati di dalam hati, kita seperti mencengkram sebuah mata pisau, pada akhirnya kita sendiri yang akan terluka.

Ketika berhadapan dengan luka, jadilah seperti Po. Dia tahu bahwa Shen lah yang telah menghancurkan keluarganya. Tapi dia tidak membunuh Shen. Shen lah yang tanpa sengaja membunuh dirinya sendiri. Po tidak meminta Shen untuk menebus kesalahannya. Po tidak membenci Shen. Dia hanya ingin menyelamatkan China. Dia berfokus pada tujuan yang lebih mulia, jauh lebih mulia daripada hanya sekedar membalas dendam. Dari situlah akhirnya Po dapat menemukan "Inner Peace"-nya. Dan semua rasa sakit hatinya pun hilang. Lenyap. Tak berbekas. Skadoosh!!


Bagaimana dengan kita, teman-teman. Adakah seseorang yang pernah menghancurkan kehidupanmu? Apakah sampai saat ini kamu masih tidak bisa mengampuninya? Jangan mencengkram mata pisau itu lagi. Lepaskan saja, dan biarkan Tuhan membalut dan menyembuhkan lukamu itu dengan kasih-Nya yang lembut. GOD loves you.. 


GBU alwayz... ^_^

© hiLda 2011
Baca selengkapnya...

14 Agustus 2011

Philippines Trip Part 2: Sincere As A Child

Kita semua sudah tidak asing lagi dengan ungkapan: "Ngga ada yang gratis di dunia ini!" Betul tidak? Dan sadar atau tidak, pemikiran itu sudah tertanam dalam pikiran kita yang paling dalam. Bayangkan saja kehidupan di Jakarta untuk parkir saja harus membayar minimal Rp 2.000. Memang bukan jumlah yang besar, tapi ini menunjukkan bahwa sudah tidak ada lagi yang gratis di kehidupan kota besar. Kalau mau mendapat kemudahan, semuanya harus menggunakan uang. Kalau tidak ada uang, tukang parkir saja enggan memberi kita senyuman.

Tapi tidak begitu halnya dengan anak ini:
The Little Boy from Boracay Island

Dia adalah seorang anak kecil yang aku temui dalam liburanku ke Boracay. Boracay adalah sebuah kawasan wisata pantai pasir putih yang terdapat di Filipin. Pantai di sini sangat indah dan bersih. Dan masyarakat di sini sangat berbeda dengan masyarakat di kota besar karena Boracay terletak di sebuah pulau yang terpisah dari Pulau Luzon. Untuk mencapai Boracay, kita perlu naik pesawat dari Manila lalu disambung dengan naik perahu menuju pulau ini. Jadi kehidupan masyarakat di sini benar-benar tergantung dari sektor pariwisata.

Singkat cerita, di hari liburan kami, kami mengambil sebuah paket tur mengelilingi Pulau Boracay selama 1 hari. Kami menaiki sebuah kapal nelayan dan mengunjungi tempat-tempat menarik yang ada di pulau ini seperti Crocodile Island (spot snorkling paling bagus di Boracay), Crystal Cove (lokasi gua yang di dalamnya terdapat kristal alami mirip stalagtit), dan juga beberapa tempat menarik lainnya. Sebelum memulai perjalanan kami, bapak nelayan yang mengendarai kapal kami hendak mengisi bensin terlebih dahulu. Maka kami menepi di sebuah pantai tempat mereka akan membeli bahan bakar.

Ketika kami menepi, seorang anak lelaki menaiki kapal kami sambil membawa sebuah keranjang kecil di tangannya lalu duduk di sebelahku. Dia mengulurkan sebuah gelang kaki yang terbuat dari cangkang kerang dan diuntai menggunakan tali. Dengan senyum polos dia meletakkannya di tanganku dan berkata, "For foot." Tapi karena kami semua tidak tertarik, maka aku menggeleng-gelengkan kepalaku sambil berkata, "No. Thank you." Tapi dia tidak menyerah, lalu dia menawarkan kepada kami rosario yang terbuat dari magnet. Akhirnya karena merasa kasihan (dan cukup tertarik juga dengan rosario unik ini) kami membeli rosario yang dia jual tersebut. Lalu terjadilah transaksi, sementara gelang kaki yang pertama kali dia tawarkan masih ada di dalam tanganku. 

Setelah dia mengambil uang bayaran kami, aku menyodorkan kembali gelang tersebut kepadanya. Tapi sambil tersenyum dia berkata, "No. That's for you. A gift." Hahaha. Aku tidak tahu harus berkata apa. Seorang anak nelayan kecil yang polos dengan mudahnya memberikan sebuah hadiah gratis kepada seorang pembeli yang hanya membeli 2 buah rosario magnet darinya. Hmm, apa dia ngga rugi ya? Selama ini, kalau aku belanja di mal, biasanya aku baru mendapat hadiah gratis bila aku belanja lebih dari Rp 250.000. Sementara untuk 2 rosario ini aku bahkan tidak menghabiskan uang sampai Rp 100.000. Well, mungkin dalam pandanganku anak ini rugi (dalam hal uang). Tapi aku rasa dia jauh lebih tulus daripada para pebisnis ternama di Jakarta. Penjual biasanya  memberi hadiah kepada pembeli dengan harapan mereka akan membeli barang lebih banyak lagi. Tapi anak ini memberi hadiah karena dia ingin memberi hadiah. Dia tidak berkata, "Beli 5 gratis 1 deh." Tapi dia hanya memberikannya begitu saja, tanpa ada yang meminta. Lagipula, para penjual pada umumnya baru mau memberikan hadiah setelah mendapatkan laba yang cukup besar. Tapi dia, kurasa, tidak memikirkan berapa laba yang dia dapat dari penjualan 2 rosario tersebut sebelum dia memberikan gelang itu padaku. Dia hanya ingin memberi hadiah pada orang asing yang berkunjung ke pulaunya. Tidak ada intensi bisnis yang tersembunyi di dalamnya sama sekali. Polos, tulus, lucu, dan jarang sekali kutemukan orang semacam ini lagi jaman sekarang.

Gelang hadiah dari Si Anak Nelayan
Kuakui, memang gelang yang dia berikan itu bukan gelang yang bagus-bagus amat. Hanya sebuah gelang biasa karya anak pantai. Tapi bukan barangnya yang aku hargai, ketulusan anak itulah yang aku kagumi. Senang rasanya bila kita bisa memberikan sesuatu dengan tulus kepada orang lain. Walaupun bukan barang yang mahal dan luar biasa indah, ketulusan hati seseorang sudah cukup untuk menyentuh hati seorang manusia. Seperti yang telah dilakukan anak lelaki ini padaku. Sampai saat ini aku masih menyimpan gelang yang dia berikan agar terus menjadi pengingat bagiku aku untuk bisa bersikap tulus dan tidak menuntut balas jasa seperti seorang anak lelaki kecil polos di Boracay itu.

GBU alwayz... ^_^


© hiLda 2011
Baca selengkapnya...