15 Februari 2012

K-Con Part 4: The Reality

And here is the most important message of this session. Somehow we always expect something supernatural to happen when it comes to God's will. But actually, God speaks as loudly as He can through REALITY. What is that mean? Check this out:



Kita mungkin tahu kenyataan yang ada di depan mata kita. Tapi kadang kita tidak memiliki kerendahan hati untuk mau mengakui pahitnya kenyataan tersebut. So, it requires humility to be able to realize the real reality, I think.

Masih ada 1 video lagi untuk sesi ini. Nantikan post-ku selanjutnya ya.

GBU alwayz ^_^

© hiLda 2012


Baca selengkapnya...

01 Februari 2012

Indonesia Tanah Air Beta: The Truth of “Permohonan Paspor Online”

Indonesia adalah negara yang menggoda. Menggoda untuk lebih memilih jalan yang dianggap lazim oleh banyak orang walaupun sebenarnya salah.

Minggu lalu saya benar-benar dijui kesabarannya. Padahal yang saya lakukan sangat-sangat sederhana dan biasa: mengganti buku paspor. Dari awal memang semua orang menyarankan, “Pake calo aja, daripada repot bolak balik. Belum lagi nunggunya.” Well, I was tempted actually, but my heart says, “Let’s try this the right way.”

So, dengan memanfaatkan teknologi informasi yang kian canggih, aku mencoba aplikasi permohonan ganti buku paspor lewat web site (www.imigrasi.co.id). Sempat hampir putus asa untuk memasukkan aplikasi online, karena berkali-kali aku mencoba, selalu putus di tengah. Seolah-olah server-nya tidak memberi respon sama sekali (dan FYI, web site DirJen Imigrasi ternyata menggunakan Joomla. OMG?!?! Can’t they find a REAL PROGRAMMER to create such a public service web site?? *sigh*). Setelah seharian mencoba, akhirnya sukses juga mendaftar online. Dan aku pun mendapat surat bukti permohonan aplikasi online.

Pada hari yang ditentukan, aku sudah sampai di kantor imigrasi sejak pukul 7.30 pagi. Aku mengantri di bagian Customer Care untuk mendapatkan formulir tertulis (karena walaupun kita sudah mendaftar online, kita tetap perlu mengisi formulir tertulis. OMG!! Can’t they find a good consultant to make a more reasonable business process?!?!). Segera setelah selesai mengisi formulir, aku mengambil nomor antrian. Dan ternyata disediakan loket khusus untuk aplikasi online. Aku mendapat antrian no. 10.

Mulai mengantri pukul 8.30, aku baru mendapat giliran menyerahkan berkas ke loket pukul 9.30. Cukup lama ya, padahal cuma menyerahkan berkas saja. Setelah itu aku diminta untuk menunggu lagi hingga dipanggil namanya di loket 5.

Selama menunggu itu, rupanya berkas-berkasku diverifikasi oleh para petugas. Coba tebak, jam berapa namaku baru dipanggil? Namaku baru dipanggil pukul 11.00. Yap, 1,5 jam hanya untuk memverifikasi berkas-berkas yang sebenarnya sudah aku upload secara online beberapa hari yang lalu. OMG?! What are they doing all those days before my appointment day? *sigh again*. And you know the funny part? Selama 2,5 jam menunggu di sana, aku memperhatikan ada beberapa orang calo yang terus datang bolak-balik ke loket. Berbicara sebentar, tahu-tahu diserahi banyak dokumen. Ada orang-orang yang baru saja datang ditemani calonya, langsung melangkah ke loket tanpa mengantri, lalu langsung mendapatkan nomor antrian untuk ke kasir. Dari nomor antrian ke 10, aku mendapat nomor antrian ke-70 untuk membayar di kasir *ngelus dada*.

Luar biasa ya negara kita. Dan coba tebak, pukul berapa aku baru selesai mengurus semuanya? Pukul 13.30. Bayangkan, pukul 8.00 - 13.30, artinya 5,5 jam hanya untuk mengganti buku paspor. Tidak masuk akal!!

Lucu sekali bagaimana negara kita ini beroperasi. DirJen Imigrasi adalah salah satu kantor yang paling ramai didatangi publik. Masa iya membeli web site yang bermutu saja tidak bisa? Dan yang lebih ironisnya lagi adalah spanduk ini:
(Klik pada gambar untuk melihat lebih jelas)
Look how our government do a really terrific job to lick his own a**. Dengan lantang mereka bilang menentang tindak percaloan dan korupsi. Kenyataannya, para calo diberi name tag khusus bahkan disediakan ruangan khusus untuk menunggu dan beroperasi. *ANCUURRRR DAHH*. Honestly, it’s really sad to look at those facts. Bagaimana bangsa Indonesia bisa maju dengan memiliki pemimpin yang bermuka dua. 

Tapi 1 hal yang aku sadari, aku sama sekali tidak menyesal menghabiskan waktu 5,5 jam untuk mengajukan penggantian buku paspor secara legal. Tidak akan ada asap bila tidak ada api. Calo itu seperti asap. Dan kita-kita yang malas menunggu dan melakukan tanggung jawab kita sebagai warga negara yang baik lah yang menjadi apinya. Memang menyebalkan, birokrasi Indonesia (khususnya Jakarta, karena di Bandung tidak separah ini) sudah amat sangat bobrok. Ketika sesuatu sudah amat sangat hancur, perbaikan sekecil apapun pasti akan sangat berarti. Seperti sebuah larutan yang sangat asam, bila diberi air sedikit saja akan langsung terasa perbedaannya.

Aku rasa, bila seluruh warga Indonesia mau melakukan tanggung jawabnya, dan berhenti menjadi api, asap itu lama-kelamaan akan menghilang. Sedikit demi sedikit. Ini hanyalah sebuah cerita kecil tentang betapa rusaknya negara kita. Kalau kamu berharap, bahkan hanya sedikit saja, bahwa Indonesia suatu saat akan menjadi negara yang lebih baik, aku harap kamu bisa belajar juga untuk berhenti menjadi api. 

Mulailah dari sesuatu yang kecil supaya kita bisa melakukan sesuatu yang besar suatu hari nanti. Tidak ada gedung yang indah yang langsung jadi begitu saja. Semuanya harus dibangun sedikit demi sedikit dari pondasinya hingga ke atapnya. Mari kita membangun Indonesia yang lebih baik lagi. Apapun caranya, selama hal itu baik dan benar, walaupun menyebalkan dan mengesalkan, berusahalah melakukannya. Semoga 5 tahun ke depan ketika aku harus mengganti buku paspor lagi, Kantor Imigrasi Indonesia bisa menjadi tempat yang lebih bersahabat bagi warganya yang jujur.


God bless Indonesia... ^_^


© hiLda 2012


Baca selengkapnya...

22 Januari 2012

K-Con Part 3: The Humble Leader

In the previous talk, Brother Bo told us that the only pipeline to receive God's power is through humility. So here is the sequence after that talk.

At the beginning of this talk, Bo is assuming if we are in the middle of the street, stranded because our car is broken.. (I haven't get my camera ready at this time, so it kind of just skipped.. Sorry.. =p)

After that, you can see how he connect a mobile phone with our ability to receive God's power..



There are 2 more videos to finish this session. Please wait my next post. Hope you are blessed.

GBU alwayz... ^_^

© hiLda 2012

Baca selengkapnya...

25 Desember 2011

The Greatest Love Story Of All

This is the day when the greatest love story of all time began.

Kalau diteliti, setiap cerita cinta romantis yang paling hebat dan terkenal selalu bercerita tentang 1 hal: Undeserved love (cinta yang tidak pantas). Maksudnya? Let me give you some examples:
  1. Romeo & Juliet: Cinta yang tidak pantas antara 2 anak muda yang berasal dari 2 keluarga yang bermusuhan
  2. Edward Cullen & Bella Swan (Twilight): Cinta yang tidak pantas antara vampir dan manusia
  3. Tao Ming Se & San Chai (Meteor Garden): Cinta yang tidak pantas antara seorang ahli waris keluarga kaya dan seorang perempuan biasa.
  4. and so on.. and so on..
Kenapa cerita cinta semacam itu begitu mengharukan dan menyentuh hati banyak orang? Karena untuk bisa mewujudkan cinta yang tidak pantas seperti itu butuh perjuangan dan pengorbanan yang amat sangat besar. Semakin lebar jurang yang terbentang antara kedua insan tersebut, semakin besar usaha yang mereka perlukan untuk membangun jembatan untuk menyeberanginya.

Tapi sadarkah kalian bahwa cerita cinta paling hebat dan luar biasa yang pernah ada di dalam dunia justru tidak diperankan oleh seorang pria dan wanita yang saling jatuh cinta? Cerita cinta yang paling hebat itu dilakoni oleh Allah dan kita. Dia begitu mencintai kita, manusia, yang amat sangat tidak pantas untuk menerima cinta-Nya. Kita yang berdosa, murtad, sombong, dan benar-benar tidak layak untuk dicintai oleh seorang Allah.

Betapa konyolnya Dia, sehingga ketika Dia melihat jurang antara Dia dan kita yang terbentang begitu jauh dan dalam, Dia mengutus anak-Nya yang tunggal, seorang penghuni surga yang begitu berkuasa dan hebat, untuk menjadi manusia yang kotor dan hina. Isn't that insane? Why would He even do that?

And for making things worse, Dia hidup hanya untuk dibunuh oleh manusia yang amat sangat Dia cintai. Isn't that soooo tragic??!!

Banyak orang jaman sekarang yang mengolok-olok apa yang Yesus lakukan di kayu salib. Mereka bahkan berkata: "If Jesus had died for all of our sins, why don't we just enjoy them?" That is just sooo DUMB!!! Bagaimana mungkin ada yang tidak mengerti keindahan cinta di balik kisah tersebut? Bila kalian bisa begitu tersentuh, bahkan menangis, ketika menonton film Romeo & Juliet, bagaimana mungkin kalian tidak tersentuh melihat kisah cinta yang dilakoni Yesus ini, yang jelas-jelas membuktikan betapa besarnya cinta-Nya bagi kita sendiri, bagi KAMU!!

Dan 1 hal lagi yang membuat kisah cinta ini jauh lebih hebat dan indah dari kisah cinta mana pun, bahkan karya Shakespeare yang paling hebat sekalipun: Kisah cinta Yesus ini NYATA. Bahkan tercatat dalam sejarah. Apakah kalian masih berani memperolok cerita cinta ini?

Hari ini adalah peringatan di mana cerita cinta ini bermula. Ketika pengorbanan yang paling besar atas nama cinta itu terjadi. Coba bayangkan, bila kamu sudah memiliki segalanya, mobil, rumah, pekerjaan yang mapan, keluarga yang hangat; maukah kamu melepaskan semuanya itu dan menjadi seorang gembel yang tinggal di pinggir jalan? Itulah yang Yesus lakukan bagi kita hari ini. Dengan melepaskan segala ke-Allah-an-Nya, dengan menjadi sama seperti manusia, dia memulai cerita cinta yang paling hebat sepanjang masa ini.

And this love story still applies, for me, for you, for everyone in this whole wide world. He still loves you like crazy up until now...


Have a merry happy Christmas..

GBU alwayz… ^_^


© hiLda 2011



Baca selengkapnya...

22 Desember 2011

K-Con Part 2: The Power of A Leader

This is the final session in Leadership Conference at Kerygma Conference 2011. Dalam video ini, Bo Sanchez menjelaskan bahwa: authority comes with power. Jadi, seorang pemimpin yang telah dipilih oleh Tuhan pasti juga diberi kekuatan untuk dapat melaksanakan tugasnya. That power is divine. So we can only get it from GOD. Tapi, seringkali seorang pemimpin memakai otoritasnya, tapi tidak kekuatannya. Karena ada saluran yang harus dimiliki agar seorang pemimpin dapat memperoleh kekuatan tersebut, tetapi dia tidak menggunakannya. Apakah itu? Check this out...



Aku percaya, bila semakin banyak pemimpin-pemimpin berkualitas yang muncul di Indonesia, bangsa ini pasti akan berubah drastis ke arah yang jauh lebih baik. Video ini baru pembuka saja. Masih ada pesan lain yang disampaikan oleh Bo Sanchez dalam sesi ini. Nantikan lanjutannya di posting-an ku berikutnya..


GBU alwayz... ^_^



Baca selengkapnya...

28 November 2011

K-Con Part 1: The Magician

Last week is a very exciting experience for me. Aku (dengan modal nekat) ikut pergi ke Kerygma Conference 2011 yang diadakan oleh Bo Sanchez di Manila. Aku pergi bersama dengan 10 orang lainnya. Banyak cerita yang menyenangkan dan benar-benar mengajariku sesuatu yang baru. Tapi kali ini aku hanya akan membagikan sebuah video ini.

Setelah meng-edit dengan susah payah (hehe..) akhirnya video pendek ini rampung juga. Namanya JB. Dia adalah seorang Magician. Dia mengisi acara di tengah-tengah Leadership Conference tanggal 18 November 2011 tepat sebelum sesi puncak. Yang menarik, orang ini bukan hanya Magician biasa (macam Dedy Corbuzier). Dia adalah seorang pelayan juga. Sehingga trik sulapnya menjadi lebih bermakna seperti yang satu ini:




Sebuah magic trick yang sudah sering kita lihat sebelumnya. Tapi dia membawakannya melalui pengalaman hidupnya yang telah diubahkan oleh Tuhan. Sungguh menyentuh.... T.T

Intinya, dia hanya menyampaikan, Tuhan tidak pernah pandang bulu dalam memberikan berkat. Dia tidak pandang bulu dalam membagikan kasih-Nya. Seberapa hancurnya pun hidup kita, dia akan tetap selalu bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang indah dan luar biasa. Asal kita mau dipakai oleh-Nya. Tidak perlu menjadi seorang yang terkenal dan dikagumi banyak orang, tapi hanya sekedar menjadi anak yang baik, pegawai yang baik, adik yang baik, istri yang baik, kakak yang baik, dan seterusnya. Di mana pun kita berada, Dia bisa mengubah kita menjadi LUAR BIASA, asal kita menjawab "OK" kepada-Nya.

Life is much more beautiful with God. Trust me on that.


GBU alwayz... ^_^

© hiLda 2011
Baca selengkapnya...

10 November 2011

Where's The Hero??


Nenek moyangku orang pelaut
Gemar mengarung luas samudera
Menerjang ombak tiada takut
Menembus badai sudah biasa

Lagu anak-anak di atas menceritakan tentang betapa gagahnya nenek moyang kita, Bangsa Indonesia, dahulu kala. Seperti yang kita pelajari dalam mata pelajaran sejarah saat kita masih sekolah, Bangsa Indonesia dahulu terbagi menjadi berbagai kerajaan maritim yang sangat kuat dan dikagumi bangsa lain.

Hari ini adalah Hari Pahlawan. Hari di mana kita memberikan penghargaan khusus pada para pahlawan kita yang berjuang untuk memerdekakan Indonesia. Ironisnya, jiwa kepahlawanan di bangsa kita ini lama kelamaan semakin menghilang. Sehingga lagu di atas hanya menjadi sebuah sejarah indah yang tidak dapat lagi dijumpai dalam kehidupan Bangsa Indonesia jaman sekarang.

Tadi malam aku berkunjung ke sebuah mal di daerah Jakarta Barat. Ketika aku menaiki lift, tiba-tiba ada dua orang yang ikut naik ke lift dan menunjuk-nunjuk kea rah atrium mal di lantai dasar. Mereka berbisik-bisik tentang seseorang yang baru saja melompat dari lantai 4 mal tersebut dan sekarang terkapar tak berdaya di atrium mal sambil ditontoni seluruh pengunjung mal. Wow!! Mendengar seperti itu aku pun melongok ke luar lift untuk melihat, dan benar saja, seorang pria terkapar tak berdaya dikelilingi satpam-satpam untuk dibawa ke rumah sakit. Seram sekali!!!

Sedih rasanya melihat kejadian ini di hari ini. Hari ini adalah Hari Pahlawan. Hari di mana kita mengenang ketangguhan para pahlawan kita. Seorang pahlawan jelas tidak akan menyerah semudah itu dan lari dari permasalahan hidupnya dengan mencoba bunuh diri. Hanya seorang pengecut yang melakukannya. Seberat apapun masalah yang dihadapi seorang pahlawan, dia akan tetap terus berjuang sampai titik darah penghabisan hingga dia menang. Seorang pahlawan seharusnya berani, seorang pahlawan seharusnya tangguh, seorang pahlawan seharusnya mampu menaklukkan badai.

Dan kita ini adalah bangsa yang memiliki sejarah kepahlawanan yang sangat hebat. Lihatlah Gajahmada dengan Sumpah Palapa-nya, atau Soekarno dengan keberhasilannya memerdekakan Indonesia dari penjajah. Tapi lihatlah generasi sekarang, hampir setiap hari selalu ada berita tentang orang yang bunuh diri, kasus pemerkosaan, korupsi. Shame on US!!! Tidakkah kita malu akan diri kita sendiri?!

Hai generasi muda Indonesia. Bolehlah kita suka memakai produk import atau jalan-jalan ke luar negeri. Tapi di Indonesia inilah kita dilahirkan dan dibesarkan. Aku rasa Ibu Pertiwi saat ini sedang menangis melihat tingkah laku anak mudanya. Seberat apapun permasalahan dalam hidup kita, kita harus tetap memiliki jiwa kepahlawanan dalam hati kita. Jangan menyerah! Jangan mengambil langkah yang bodoh dan menghancurkan masa depan kita sendiri. 

Kurang uang? Kerja, jangan korupsi! 
Ketagihan nonton film porno? Pergi ke gym atau ikuti kegiatan rohani atau sosial, jangan memperkosa anak orang! 
Punya masalah yang berat? Jangan lari dari masalahmu, hadapi dengan berani dan cari pemecahannya!

Firman Tuhan berkata, 
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Kor 10:13). 
Yang artinya, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan asal kita cukup berani untuk menghadapinya.

Teman, sebagai generasi muda Indonesia, mari kita belajar untuk menjadi lebih tangguh dan tahan uji. Memang Negara Indonesia saat ini tengah carut marut. Tapi bila Bangsa Indonesia juga ikut-ikutan carut marut, maka 10 tahun lagi tidak akan ada lagi yang namanya Bangsa atau Negara Indonesia. Lewat keseharian kita, mari kita belajar untuk menjadi seorang pahlawan. Pahlawan bagi orang tua kita, teman-teman kita, keluarga kita, dan yang terutama, menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri.


Selamat Hari Pahlawan, Bangsa Indonesia…
GBU always… ^_^

© hiLda 2011
Baca selengkapnya...

08 November 2011

Officially 24

1 hari sama dengan 24 jam
2 lusin sama dengan 24 buah

24 bukan jumlah yang banyak
Bila membeli baju 2 lusin di Tanah Abang
Paling hanya mendapat diskon tak seberapa

Tapi 24 tahun 
telah mengajariku begitu banyak...

Lembah kekalahan atau puncak kemenangan
Cerahnya persahabatan atau gelapnya permusuhan
Hangatnya cinta atau dinginnya kekecewaan

Semuanya pernah aku lewati...

Namun,
tak kalah banyak yang masih menanti

Di balik 24, masih ada 25
Sebuah misteri yang saat ini belum bisa aku ungkap
Tapi sudah menanti di balik gerbang
Menantiku untuk menguaknya

No worries...
I will fly and reach for glory...

For Your love
And all your love
Will always strengthen me...

Thanks my sweet Jesus,
Thanks my lovely Mom and Dad,
Thanks my awesome sisters,
Thanks my beloved boyfriend,
Thanks my amazing friends,
Thanks for all of you who always support my back..

This year, I will try harder to reach for my dreams..

In Jesus name..
Amen... ^_^


Baca selengkapnya...

02 November 2011

Utuslah Roh-Mu, Ya Tuhan

A dream come true..

Saat kami berdiskusi tentang lagu yang ingin kami ciptakan, terlintas di benakku untuk menjadikan lagu Mazmur Tanggapan menjadi lagu yang lebih "gaul" dan "ngga ngebosenin" a la anak muda. Suatu hari, saat kami pergi pelayanan di hari Pentakosta, temanku Bernard menyanyikan lagu Mazmur ini di misa sebagai Mazmur Tanggapan. Nadanya begitu indah, agung, dan menyentuh, sehingga kami pun terinspirasi untuk menggarap lagu ini menjadi sesuatu yang baru.

Persembahan berikut ini kami bawakan di acara "Campus Fire 2011" PD Binus yang diadakan pada tanggal 16 Oktober 2011 di Kampus Kijang, Binus University. Sempat terjadi kesalahan teknis di awal lagu (mic mati... T_T ), dan beberapa kesalahan teknis lain yang membuat persembahan kami tidak sempurna, but this is our best shot and hope someday we will have a better chance to fix everything up and give our best offering to HIM.. 

Hope you'll like it too, guys... And don't forget to leave your comment.. Cekidot... =D



Reff:
Utuslah Roh-Mu ya Tuhan
Dan jadi baru seluruh muka bumi

1. Allahku, nama-Mu hendak kupuji
Engkau amat agung, berdandan sinar kebesaran

2. Ya Tuhan berselubungkan cahaya bagai jubah raja
Langit Kau pasang bagai kemah

3. Firman-Mu disampaikan oleh angin
Api yang berkobar tunduk pada-Mu bagai hamba.





"Apabila Engkau mengirim Roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi." 
(Mzm 104:30)



GBU alwayz... ^_^

© hiLda 2011
Baca selengkapnya...

12 September 2011

Pain And Scar

Siapa yang ngga kenal dengan panda cute nan imut yang satu ini:
Cute Baby Po
Yup yup yup.. Dia adalah Po si Pendekar Naga (Dragon Warrior). Belum lama ini dia mulai beraksi di bioskop Indonesia. Maklum, karena aksi boikot-memboikot film Hollywood, Po jadi terlambat datang ke tanah air.

Anyway, aku kebetulan sudah menonton Film Kung Fu Panda 2 ini 2 kali. Dan walaupun sudah nonton untuk kedua kalinya, tetap saja aku tertawa habis-habisan dari awal hingga akhir film. Yang menarik, film ini bukan hanya sekedar lucu saja, tetapi juga menyuguhkan tampilan animasi yang luar biasa detail dan sempurna, juga cerita yang sangat menyentuh. *SPOILER ALERT*

Bagi yang sudah menonton (atau yang belum menonton tapi tidak keberatan untuk diberi bocoran alur cerita), pasti mengenal Lord Shen si Burung Merak. Putra Mahkota Gongmen City. Yang, bila bukan karena ambisinya untuk menguasai seluruh China, pasti sudah diwarisi tahta kerajaan oleh ayahnya.

Lord Shen The Peacock
Kedua orang tua Shen telah menebarkan banyak sukacita ke seluruh penjuru China lewat kembang api yang mereka ciptakan. Tetapi Shen tidak puas hanya dengan membuat kembang api. Dia menciptakan bahan peledak dari bahan pembuat kembang api. Lantas, bukan sukacita lagi yang ia tebarkan, melainkan perang dan kerusakan.

Dengan ambisinya yang membara untuk menguasai seluruh China, Shen berusaha untuk meyakinkan kedua orang tuanya bahwa dia adalah seorang yang kuat dan tidak tertandingi. Tetapi muncul sebuah ramalan bahwa suatu hari dia akan dikalahkan oleh seorang pendekar panda. Panik dengan munculnya ramalan tersebut, Shen akhirnya mem-bumi-hangus-kan Desa Panda, tempat Po kecil tinggal. Desa Panda yang awalnya aman dan tentram akhirnya musnah dan hancur berantakan. Kecewa dengan tindakan Shen tersebut, akhirnya ayahnya mengusir dia dari Kota Gongmen.

Tahun berganti tahun, setelah kematian ayahnya, Shen kembali ke Kota Gongmen untuk merebut kembali tahtanya. Po yang telah tumbuh dewasa pun tanpa sengaja diberi tugas untuk menyelamatkan Kota Gongmen. Di sanalah dia bertemu muka dengan Shen. Po tidak pernah ingat akan apa yang terjadi pada Desa Panda hingga dia berhadapan dengan Shen. Beberapa kali ia terpukul jatuh hanya karena terbersit sekelumit ingatan akan Desa Panda-nya yang dihancurkan ketika ia masih kecil dahulu. Dan akhirnya, setelah dia dikalahkan oleh Shen dan hampir tewas, barulah dia kembali ke puing-puing Desa Panda dan mengingat kembali masa kecilnya yang dihancurkan oleh keegoisan Shen.

Po di Rumah Masa Kecilnya
Ketika mengingat hal ini pertama kali, Po pun merasa sedih dan hancur dan kalah. Namun, bukan Ksatria Naga namanya bila dia kalah begitu saja. Po pun bangkit untuk menghadapi armada meriam Shen. Berbekal ilmu "Inner Peace" yang diajarkan Master Shifu, Po berhasil menangkap semua peluru meriam yang ditembakkan armada kapal Shen dan menghancurkan semuanya.

Yang menarik, ketika Po berhadapan dengan Shen di detik-detik kekalahannya, Shen bertanya padanya: "Bagaimana kau melakukannya? Bagaimana kau bisa menemukan 'Inner Peace'?? Aku sudah menghancurkan hidupmu." Lalu Po menjawab, "Itulah masalahnya, Shen. Luka bisa sembuh. (Pains heal...)" Lalu Shen menjawab, "Luka memang bisa sembuh. Tapi bekasnya tetap ada. (Pain does heal. But scars did not)". Lalu Po menjawab, "Tidak, bekas luka pun bisa sembuh (No, scars heal too.)". Tapi Shen tetap bersikukuh bahwa bekas luka selamanya akan selalu ada. Dan dalam kemarahan dia menyerang Po sehingga membuat tiang kapal rubuh dan menimpa dirinya sendiri.

Secuplik percakapan di bagian klimaks cerita ini yang amat menyentuh saya. Ada 2 tokoh dalam percakapan ini: Shen yang selalu menyimpan lukanya seumur hidupnya dan Po yang meraskan luka dalam hidupnya tapi tidak memendamnya. Keduanya memiliki masalah yang sama: luka hati. Tapi keduanya memiliki paradigma yang berbeda. Sehingga keduanya memiliki akhir cerita yang berbeda pula:
1. Shen, mati dalam kemarahannya dan karena kecerobohannya sendiri
2. Po, menjadi Pendekar Naga yang dikenang dan disanjung sebagai Penyelamat China

Teman, aku setuju bahwa luka hati itu menyakitkan. Terlebih lagi bila kita dilukai oleh orang yang paling dekat dengan kita dan yang paling kita percayai. Rasa sakitnya akan luar biasa berlipat ganda. Tetapi, bila kita terus memendam luka itu seperti yang dilakukan Shen, kita tidak akan dapat membagikan sukacita pada orang-orang di sekitar kita. Yang kita bagikan hanyalah luka, kehancuran dan kesedihan pula.

Ketika kita dilukai, kita pasti merasa sedih. Itu adalah hal yang wajar. Kita merasa kecewa, marah, kesal, itu semua sangatlah wajar. Tidak ada yang salah dengan merasakan semua perasaan negatif itu. Tetapi, suatu hari kita harus melepaskannya dan membiarkan hati kita lepas dari segala luka dan perasaan-perasaan negatif tersebut. Kita harus bisa mengampuni orang yang melukai kita agar kita bisa menemukan "Inner Peace". Ibaratnya, bila kita terus memendam rasa sakit hati di dalam hati, kita seperti mencengkram sebuah mata pisau, pada akhirnya kita sendiri yang akan terluka.

Ketika berhadapan dengan luka, jadilah seperti Po. Dia tahu bahwa Shen lah yang telah menghancurkan keluarganya. Tapi dia tidak membunuh Shen. Shen lah yang tanpa sengaja membunuh dirinya sendiri. Po tidak meminta Shen untuk menebus kesalahannya. Po tidak membenci Shen. Dia hanya ingin menyelamatkan China. Dia berfokus pada tujuan yang lebih mulia, jauh lebih mulia daripada hanya sekedar membalas dendam. Dari situlah akhirnya Po dapat menemukan "Inner Peace"-nya. Dan semua rasa sakit hatinya pun hilang. Lenyap. Tak berbekas. Skadoosh!!


Bagaimana dengan kita, teman-teman. Adakah seseorang yang pernah menghancurkan kehidupanmu? Apakah sampai saat ini kamu masih tidak bisa mengampuninya? Jangan mencengkram mata pisau itu lagi. Lepaskan saja, dan biarkan Tuhan membalut dan menyembuhkan lukamu itu dengan kasih-Nya yang lembut. GOD loves you.. 


GBU alwayz... ^_^

© hiLda 2011
Baca selengkapnya...

14 Agustus 2011

Philippines Trip Part 2: Sincere As A Child

Kita semua sudah tidak asing lagi dengan ungkapan: "Ngga ada yang gratis di dunia ini!" Betul tidak? Dan sadar atau tidak, pemikiran itu sudah tertanam dalam pikiran kita yang paling dalam. Bayangkan saja kehidupan di Jakarta untuk parkir saja harus membayar minimal Rp 2.000. Memang bukan jumlah yang besar, tapi ini menunjukkan bahwa sudah tidak ada lagi yang gratis di kehidupan kota besar. Kalau mau mendapat kemudahan, semuanya harus menggunakan uang. Kalau tidak ada uang, tukang parkir saja enggan memberi kita senyuman.

Tapi tidak begitu halnya dengan anak ini:
The Little Boy from Boracay Island

Dia adalah seorang anak kecil yang aku temui dalam liburanku ke Boracay. Boracay adalah sebuah kawasan wisata pantai pasir putih yang terdapat di Filipin. Pantai di sini sangat indah dan bersih. Dan masyarakat di sini sangat berbeda dengan masyarakat di kota besar karena Boracay terletak di sebuah pulau yang terpisah dari Pulau Luzon. Untuk mencapai Boracay, kita perlu naik pesawat dari Manila lalu disambung dengan naik perahu menuju pulau ini. Jadi kehidupan masyarakat di sini benar-benar tergantung dari sektor pariwisata.

Singkat cerita, di hari liburan kami, kami mengambil sebuah paket tur mengelilingi Pulau Boracay selama 1 hari. Kami menaiki sebuah kapal nelayan dan mengunjungi tempat-tempat menarik yang ada di pulau ini seperti Crocodile Island (spot snorkling paling bagus di Boracay), Crystal Cove (lokasi gua yang di dalamnya terdapat kristal alami mirip stalagtit), dan juga beberapa tempat menarik lainnya. Sebelum memulai perjalanan kami, bapak nelayan yang mengendarai kapal kami hendak mengisi bensin terlebih dahulu. Maka kami menepi di sebuah pantai tempat mereka akan membeli bahan bakar.

Ketika kami menepi, seorang anak lelaki menaiki kapal kami sambil membawa sebuah keranjang kecil di tangannya lalu duduk di sebelahku. Dia mengulurkan sebuah gelang kaki yang terbuat dari cangkang kerang dan diuntai menggunakan tali. Dengan senyum polos dia meletakkannya di tanganku dan berkata, "For foot." Tapi karena kami semua tidak tertarik, maka aku menggeleng-gelengkan kepalaku sambil berkata, "No. Thank you." Tapi dia tidak menyerah, lalu dia menawarkan kepada kami rosario yang terbuat dari magnet. Akhirnya karena merasa kasihan (dan cukup tertarik juga dengan rosario unik ini) kami membeli rosario yang dia jual tersebut. Lalu terjadilah transaksi, sementara gelang kaki yang pertama kali dia tawarkan masih ada di dalam tanganku. 

Setelah dia mengambil uang bayaran kami, aku menyodorkan kembali gelang tersebut kepadanya. Tapi sambil tersenyum dia berkata, "No. That's for you. A gift." Hahaha. Aku tidak tahu harus berkata apa. Seorang anak nelayan kecil yang polos dengan mudahnya memberikan sebuah hadiah gratis kepada seorang pembeli yang hanya membeli 2 buah rosario magnet darinya. Hmm, apa dia ngga rugi ya? Selama ini, kalau aku belanja di mal, biasanya aku baru mendapat hadiah gratis bila aku belanja lebih dari Rp 250.000. Sementara untuk 2 rosario ini aku bahkan tidak menghabiskan uang sampai Rp 100.000. Well, mungkin dalam pandanganku anak ini rugi (dalam hal uang). Tapi aku rasa dia jauh lebih tulus daripada para pebisnis ternama di Jakarta. Penjual biasanya  memberi hadiah kepada pembeli dengan harapan mereka akan membeli barang lebih banyak lagi. Tapi anak ini memberi hadiah karena dia ingin memberi hadiah. Dia tidak berkata, "Beli 5 gratis 1 deh." Tapi dia hanya memberikannya begitu saja, tanpa ada yang meminta. Lagipula, para penjual pada umumnya baru mau memberikan hadiah setelah mendapatkan laba yang cukup besar. Tapi dia, kurasa, tidak memikirkan berapa laba yang dia dapat dari penjualan 2 rosario tersebut sebelum dia memberikan gelang itu padaku. Dia hanya ingin memberi hadiah pada orang asing yang berkunjung ke pulaunya. Tidak ada intensi bisnis yang tersembunyi di dalamnya sama sekali. Polos, tulus, lucu, dan jarang sekali kutemukan orang semacam ini lagi jaman sekarang.

Gelang hadiah dari Si Anak Nelayan
Kuakui, memang gelang yang dia berikan itu bukan gelang yang bagus-bagus amat. Hanya sebuah gelang biasa karya anak pantai. Tapi bukan barangnya yang aku hargai, ketulusan anak itulah yang aku kagumi. Senang rasanya bila kita bisa memberikan sesuatu dengan tulus kepada orang lain. Walaupun bukan barang yang mahal dan luar biasa indah, ketulusan hati seseorang sudah cukup untuk menyentuh hati seorang manusia. Seperti yang telah dilakukan anak lelaki ini padaku. Sampai saat ini aku masih menyimpan gelang yang dia berikan agar terus menjadi pengingat bagiku aku untuk bisa bersikap tulus dan tidak menuntut balas jasa seperti seorang anak lelaki kecil polos di Boracay itu.

GBU alwayz... ^_^


© hiLda 2011
Baca selengkapnya...

26 Juli 2011

Philippines Trip Part 1: I Met My Idol At Last!!

Ini adalah orang-orang yang aku masukkan dalam daftar "People Who Inspired You" di halaman Facebook-ku (selain kedua orang tuaku juga tentunya):
Dari 4 orang di atas, Yesus, Bunda Maria, dan Bunda Teresa sudah pulang ke surga. Tersisa 1 orang idolaku yang masih bisa aku temui di muka bumi ini: Bo Sanchez.

Di dalam blog IJOFREAK ini, aku pernah menerjemahkan satu seri blog Bo Sanchez yang berjudul "Bagaimana Menghilangkan Kebiasaan Buruk". Siapakah dia sebenarnya? Dia adalah seorang pewarta yang inspiratif, pelayan Tuhan yang rendah hati, pengusaha yang berhasil, juga ayah yang luar biasa dan suami yang romantis!! Setiap tulisan yang dia buat selalu membawa inspirasi baru bagiku pribadi. Dan setiap pengajarannya tentang Firman selalu membuka mataku untuk mengerti isi Firman tersebut dari sudut pandang yang lebih praktis. Bukan hanya aku saja yang telah merasa terberkati dengan setiap karyanya. Ribuan warga Filipin yang hadir dalam Persekutuan mingguannya, The Feast, juga telah merasakannya.

Memang, dia pernah berkunjung ke Indonesia beberapa tahun yang lalu. Tapi saat itu aku belum begitu mengenal siapa dia. Dia belum menjadi idolaku. Aku hanya tahu bahwa dia adalah seorang penulis yang banyak menerbitkan buku bestseller. That's all. But, the more I know about him, the more I admired him. Setiap Firman yang dia ceritakan seolah berasal dari rhema di dalam hatinya, sehingga Firman itu begitu hidup dan menyentuh hati orang-orang, bahkan orang yang tidak suka membaca Alkitab sekalipun. Karena dia menjelaskan inti dari setiap Firman itu dengan bahasa yang mudah dan sederhana dan praktis (dapat dipraktekkan).

Bagiku, dia adalah salah seorang role model-ku. Role model adalah seseorang yang menjadi contoh untuk kita. Sebagian aspek dalam kehidupannya ingin kita tiru. Kita ingin menjadi seperti mereka. Karena itu kita belajar dari mereka. Dalam bahasa yang lebih umum, kita mengidolakan mereka.

Kalau ditanya, siapa idolamu? Beberapa mungkin akan menjawab, Justin Bieber, seorang anak yang berawal dari Youtube dan sekarang melakukan tur keliling dunia. Atau mungkin ada juga yang mengidolakan Oprah Winfrey atau Presiden Barrack Obama yang telah membuat banyak perubahan di Amerika. Sebenarnya, di sekitar kita ada banyak orang hebat yang bisa kita jadikan idola. Dan bukan hanya sekedar idola, tetapi juga sebagai inspirasi. Kita bisa belajar dari cara mereka melakukan sesuatu yang baik bagi orang lain dan melakukan perubahan, atau bagaimana mereka bisa mencetak suatu prestasi yang luar biasa!

Kita membutuhkan seorang idola untuk menjadi sumber pembelajaran kita. Karena kita tidak punya cukup banyak waktu dalam kehidupan kita untuk melakukan cukup banyak kesalahan. Kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat oleh idola kita dan melakukan solusi yang pernah mereka lakukan. We need an idol! We need someone to inspire us to become a better person.

Masalahnya, ada banyak orang yang tidak memiliki idola. Atau lebih ironisnya lagi, mereka mengidolakan orang yang salah. Banyak orang yang tergila-gila dengan Justin Bieber, tapi that's it. Mereka hanya mengaguminya. Tapi tidak belajar bagaimana untuk berubah dari seorang artis Youtube menjadi seorang artis internasional. Padahal bila kita mau belajar dari pengalaman, keberhasilan dan kegagalan orang lain, kita akan menghemat banyak waktu untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dengan yang pernah mereka lakukan dulu.


Bo Sanchez & Hilda
Kembali ke Bo Sanchez. Ketika bertemu dengannya, yang ingin aku katakan hanyalah, "Terima kasih karena telah menjadi inspirasi bagiku!" And I did it!! Dan ketika aku mendapat kesempatan untuk menjabat tangannya, rasanya aku begitu kagum dan tidak bisa berhenti tersenyum. Here is why: he is sooooo humble!! Walaupun dia tidak pernah mengenalku dia tersenyum kepadaku dan menyapaku seolah-olah kami adalah teman lama. Dia bukan seorang artis. Dia bukan seorang selebritis. Sesukses dan sebanyak apapun uang di dalam rekeningnya, dia tetap seorang  pelayan Tuhan yang rendah hati!! OMG!! I want to be like him!

Teman, temukanlah idolamu. Jadikanlah mereka draft untuk menjadi gambaran seperti apa kamu nantinya di masa yang akan datang. Belajarlah dari mereka tapi tetap jadi dirimu apa adanya. Dan satu hal yang paling penting, berhati-hatilah dalam mencari seorang idola. Jangan sampai kita mengidolakan orang yang salah yang malah membawa kita kepada kehancuran. Dan ingatlah ini, siapapun yang kamu pilih menjadi idolamu, tetap jadikan Yesus sebagai idolamu yang nomor 1. Manusia bisa membuat kita kecewa dan melakukan kesalahan, tapi hanya Dia-lah idola sejati yang tidak bercacat cela. HE is the only one that PERFECT!!


GBU alwayz... ^_^


© hiLda 2011
Baca selengkapnya...

13 Juli 2011

No Need For A Second Chance

Sudah nonton film "Insidious"? Kalau sudah, pertanyaan yang mengikuti setelah itu pasti: "Bisa tidur ga abis nonton film itu?" Hahaha. Karena film ini super thrilling dan horor abis!! Setelah keluar dari teater pun, rasanya bulu kuduk masih merinding dan jantung masih deg-degan. Fiuh!! Luar biasa. Ini salah satu film horor terbaik yang pernah aku tonton (bersaing ketat dengan "Shutter" dan "Jalangkung 2").

Film ini mengisahkan tentang seorang anak kecil yang memiliki kemampuan Astral. Artinya, rohnya bisa keluar dari tubuhnya dan berjalan-jalan ke "dunia lain" sementara tubuhnya tertidur lelap di "dunia ini". Ketika tubuhnya ditinggalkan oleh rohnya, ternyata banyak makhluk jahat dan roh gentayangan yang mengincar tubuhnya karena mereka berebutan ingin bisa merasuki tubuhnya. Kenapa mereka begitu inginnya memiliki tubuh kosong ini? Karena mereka ingin memiliki kesempatan kedua untuk hidup di dunia ini. Wow!!

Sebegitu berharganya kah kesempatan kedua? Well, aku rasa jelas YA! Apalagi bila kita sadar bahwa kita telah melakukan kesalahan namun berada dalam kondisi di mana kita tidak memiliki kesempatan untuk memperbaikinya sama sekali. Satu kesempatan lagiiii saja akan menjadi amat sangat berharga. Dari cerita dalam film ini, aku mulai berpikir: "Bagaimana dengan aku ketika nanti aku sudah tidak ada di dunia ini lagi? Akan ke manakah aku pergi? Layakkah aku menghadap St. Petrus di Gerbang Surga? Bagaimana kalau nasibku ternyata menjadi seperti roh-roh gentayangan di film ini? Bingung harus ke mana, tidak tahu arah, tersesat, ingin kembali lagi ke dunia tidak bisa, ingin pulang ke Surga pun tidak tahu jalannya ke mana. Bagaimana bila nanti aku masih memiliki hutang atau menyisakan luka di hati saudaraku? Aku akan pergi dengan penyesalan yang amat dalam! Tapi aku tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk memperbaikinya.." Wah, rasanya mengerikan sekali membayangkan hal-hal ini bukan?!

Namun akhirnya aku menemukan jawabanku: "I will live my life with the best that I can be!!" Aku akan menjadi aku yang TERBAIK selama aku masih diberi kesempatan untuk menginjakkan kakiku di atas dunia ini. Aku akan menggapai semua mimpi-mimpiku selagi aku punya kesempatan sehingga aku tidak perlu menyesali suatu apapun ketika Tuhan memanggil aku nanti. Hey! I won't need any second chance!! Aku percaya saat nanti Tuhan memanggilku, Dia akan datang menjemputku dengan barisan malaikat-Nya untuk mengantarku ke Surga! Kenapa? Karena aku adalah anak-Nya yang sangat Dia sayangi. Thanks, God!!



Aku tidak perlu khawatir akan hal apapun. Yesus berkata,
"Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." (Yoh 14:2)
Bila kita adalah sahabat-Nya, tentu Dia akan mengenal kita dan menyediakan tempat bagi kita di Surga. Bagaimana cara agar kita bisa menjadi sahabat-Nya? Dengan menjadikan Yesus sebagai juruselamat dan teladan hidup kita. As simple as that!

Tetapi sayangnya masih banyak orang di dunia ini yang hidup seolah-olah mereka tidak akan pernah mati. Mereka terjebak dalam kebahagiaan semu yang ditawarkan dunia: free sex, narkoba, pecandu alkohol, materialistis, korupsi, dan masih banyak lagi. Mungkin mereka pikir setelah mereka hidup di dunia ini tidak ada pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka lakukan selama mereka hidup. Padahal dengan cara hidup seperti itu, mereka telah menandatangani kontrak untuk menjadi roh gentayangan yang mendambakan kesempatan kedua untuk hidup lagi di dunia ini ketika mereka mati nanti. Menyedihkan!!

Teman, seorang bijak berkata: "Live as if you are dying!" Hiduplah seolah-olah kamu sedang sekarat! Karena orang yang sekarat adalah orang yang paling tahu betapa berharganya hidup yang dia miliki, betapa berharganya setiap langkah yang masih boleh dia tapaki, betapa berharganya setiap hembusan nafas yang masih boleh dia hirup. Hiduplah sebagaimana Yesus hidup. Setiap langkah-Nya menjadi berkat, setiap ucapan-Nya menjadi firman yang hidup, setiap perbuatan tangan-Nya memulihkan orang lain. Dan ketika Dia wafat, seluruh Surga dan bumi bersorak-sorai menyambut kemenangan-Nya, karena Dia taat kepada Bapa sampai akhir hayat-Nya. Jadilah seperti Dia. Tentu tidak akan se-sempurna Dia. Tapi paling tidak, ketika saatnya tiba nanti, Tuhan kita yang selalu melihat kedalaman hati kita akan tahu bahwa kita layak untuk masuk ke dalam Rumah-Nya yang kudus. Sehingga kita tidak perlu lagi mendambakan kesempatan kedua untuk bisa hidup lagi dan menebus dosa-dosa kita.

God love you all.. ^_^


© hiLda 2011
Baca selengkapnya...

14 Juni 2011

Thailand Trip Part 4: Extraordinary Simple

Being extraordinary, doesn't necessarily being complicated. Kebanyakan orang berpikir bahwa untuk menjadi orang hebat, seseorang harus luar biasa pintar, berpendidikan tinggi, memiliki embel-embel yang panjang di belakang namanya (MBA, MBSc, bla bla blaa...). Coba lihat video di bawah ini. Menurutku dia adalah orang yang hebat juga.


Orang ini adalah seorang penjual Thai Ice Tea di Pasar Chatuchak, Bangkok. Pasar ini berhektar-hektar luasnya, ada ribuan toko dengan ribuan penjual dan pembeli yang berkeliaran di sana setiap harinya. Segala macam barang ada di pasar ini, mulai dari baju, barang kerajinan, tas, aksesoris, alat-alat berkebun, hingga binatang peliharaan. Lengkap deh pokoknya. Tapi, orang ini hanya menjual Thai Ice Tea. Sebuah minuman yang biasa dijual di pinggir jalan. Tapi kenapa dia lebih mencolok dibandingkan dengan toko-toko di sebelahnya? Padahal barang yang dia jual adalah sesuatu yang sangat biasa.

Kalau kamu melihat videonya, tentu tidak sulit untuk menjawab pertanyaan di atas. Pertama, dia memutar lagu jadul yang ngga jelas. Hahaha. Aku yakin lagu yang dia putar itu tidak termasuk dalam chart lagu populer saat ini di Thailand. Tapi, sekalipun jadul, lagu itu menarik banyak perhatian pengunjung pasar. Yang kedua, dia tidak hanya menjual Thai Ice Tea. Tapi juga membuat Thai Ice Tea-nya sambil berputar-putar dan mengocok Thai Ice Tea-nya dengan menuangkannya dari atas ke bawah dengan atraksi yang memukau. Aku yakin, kalau aku yang melakukannya, setelah selesai atraksi, tidak ada satu tetes pun minuman yang tersisa di dalam gelas (semuanya pasti jatuh ke lantai. Hahaha.). Dan yang ketiga, yang paling penting, Thai Ice Tea buatannya sangat enak. Enak gila!! Beda dengan Thai Ice Tea lain yang dijual di dalam botol atau di pinggir jalan.

Simple. Hanya sebuah Thai Ice Tea. Bukan minuman ginseng ribuan tahun. Bukan wine berusia puluhan tahun. Hanya Thai Ice Tea. Dan dia dapat memberikan lebih daripada hanya segelas Thai Ice Tea. Dia memberikan atraksi yang memukau, Thai Ice Tea yang enak, dan menelurkan inspirasi buatku untuk menulis blog ini. Simple, but extraordinary.

Teman, aku rasa untuk menjadi orang yang hebat tidak harus dibarengi dengan gelar yang panjang atau kepala botak bak profesor. Untuk menjadi orang yang hebat, cukup dengan melakukan apa yang terbaik yang bisa dilakukan untuk hal-hal yang menjadi tanggung jawab kita. Atau bahkan lebih. Apapun profesi yang kita jalani. Mau itu tukang bajaj, cleaning service, koki, akuntan, programmer, apapun. Asal kita melakukan yang terbaik, kita adalah orang yang hebat, we are extraordinary.

Ada orang-orang yang menduduki jabatan penting di pemerintahan. Semua orang memandang mereka dengan kagum. Semua orang berpikir mereka adalah orang yang hebat. Tapi beberapa tahun kemudian, mereka dikejar KPK karena terkena kasus korupsi. Apakah mereka itu orang yang hebat? Are they extraordinary? Absolutely NOT!! Mereka hanyalah orang yang haus kekuasaan dan narcis. Mereka senang dipuja, tapi mereka lupa tugas yang menjadi tanggung jawab mereka sebenarnya. Sehingga akhirnya mereka hanya termotivasi akan kursi pemerintahan dan keagungan yang mengikutinya, tapi mereka tidak mau menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka. They are NOT an extraordinary person.

Aku lebih memilih menjadi seorang yang simple. Doing the best that I can for anything that is in front of me right now. Tidak perlu diembel-embeli dengan jabatan yang tinggi atau panggilan yang rumit. Karena kalau kita terpatok pada hal-hal itu, kita akan sangat tergoda untuk menjadi sombong dan meninggalkan integritas kita.

Teman, tidak sulit untuk menjadi seorang yang extraordinary. It is actually extraordinarily simple. Bahkan Rasul Paulus pun berkata: 

"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kol 3:23) 

Dia tidak meminta kita untuk mencari gelar dan jabatan yang hebat untuk memuliakan Tuhan. TIDAK. Yang dia minta adalah kita melakukan segala sesuatu dengan sebaik mungkin, dengan segenap hati. Itulah yang Tuhan inginkan dalam karya-karya kita di dunia. Sekecil apapun, sesederhana apapun, bila kita melakukannya sepenuh hati, pasti akan membuahkan hasil yang luar biasa.

Let's become an extraordinary person. Jangan hanya menjadi orang yang baik, tapi jadilah orang yang HEBAT!!


GBU alwayz... ^_^

© hiLda 2011
Baca selengkapnya...

08 Mei 2011

Thailand Trip Part 3: What Will Your Pose Be?

Another share about my trip to Bangkok. Ketika aku mampir di Bangkok, aku sempat mengunjungi sebuah tempat yang menarik. Apakah tempat itu? Ini dia:


Madame Tussauds - Bangkok

Madame Tussauds Wax Museum. Tempat apaan sih ini? Ini adalah tempat di mana kamu bisa memenuhi mimpimu untuk bertemu dengan berbagai tokoh-tokoh dunia. Well, memang ngga bertemu secara langsung sih, yang ada di sini cuma patung lilinnya aja. Replika tokoh atau artis dunia yang bener-bener dibikin mirip dengan aslinya. Ngga percaya? Ini buktinya:

Hilda ketemu sama Mahatma Gandhi

Hahaha. Bener-bener mirip dengan yang di foto kan? Yang menarik, di dalam museum patung lilin ini ada berbagai macam seksi. Dan setiap patung lilin ditempatkan di seksi yang sesuai dengan kontribusi sang tokoh aslinya bagi dunia. Mahatma Gandhi ditempatkan di seksi "History" atau Tokoh Sejarah. Maju beberapa langkah dari sana, kita akan menemukan seksi "Arts & Science" atau Tokoh Seni dan Ilmu Pengetahuan. Di sana aku bertemu dengan Sang Maestro Pelukis.

Pablo Picasso dan replika koleksi lukisannya

Di sudut di mana patung Picasso diletakkan, terdapat banyak hiasan lukisan, kuas cat dan kanvas. Menarik sekali ya, semuanya didekorasi untuk mencerminkan keunggulan sang penghuni lokasi. Sehingga rasanya benar-benar masuk ke dalam dunia sang tokoh dunia itu sendiri. Dari sana, aku masuk ke seksi "Music" di mana para Tokoh Musik berada. And guess what? I met The King of Pop.

Posing with Michael Jackson

Walaupun kisah hidupnya kelam dan dia meninggal dengan tragis, tapi dia tetap selalu diingat orang dengan pose khas-nya ini. Lagipula, siapa sih yang ngga kenal Michael Jackson? Bila ada yang mengucapkan kata "Moonwalk", kata berikutnya yang pasti langsung terlintas dalam pikiran kita adalah "Michael Jackson". Ya, dia memang meninggalkan kesan yang sangat dalam bagi dunia.

Lalu, setelah berhari-hari pulang dari sana, aku mulai berkhayal. Bila suatu hari, salah satu kru museum Madame Tussauds ada yang menawari Hilda untuk dibuatkan patung lilin, kira-kira pose macam apa yang akan dilakukan oleh Hilda Si Patung Lilin ya? Di seksi mana dia akan ditempatkan? Dan dekorasi macam apa yang akan menghiasi pojokan di mana dia ditempatkan?

Dalam benakku muncul berbagai khayalan. Lalu aku memutuskan dua pose ini sebagai pose terbaik impianku:
  1. Hilda yang sedang tersenyum sambil mengenakan pakaian yang sederhana, berdiri di tengah taman bunga yang dihiasi pohon-pohon rindang dan kupu-kupu. Sebuah label di bawah kaki Hilda Si Patung Lilin berbunyi: Hilda-Aktifis Lingkungan Hidup. Hmm.. Not bad kan?! Hahaha.
  2. Hilda yang memegang mic dan sedang bernyanyi sambil tersenyum dengan ekspresi wajah yang damai dan ramah. Sebuah label di bawah kaki Hilda Si Patung Lilin berbunyi: Hilda-Musisi Perdamaian. Wow!! Keren ya?!?!
Hahaha. Anyway, semuanya hanya khayalan. Aku tidak pernah berharap ada orang yang akan menciptakan Hilda Si Patung Lilin. Tapi di balik semua khayalan ini sebenarnya terdapat sebuah mimpi, sebuah cita-cita, sebuah niat luhur yang tertanam jauh di dalam lubuk hati seseorang. Atau bahasa kerennya "The Calling" atau "Panggilan Suci" masing-masing orang (cie ileeehhh...). Suatu nilai luhur yang menjadi kerinduan masing-masing orang untuk dia kontribusikan bagi dunia, bagi komunitas, bagi orang lain. 

Kalau ditulis seperti ini, kelihatannya memang konyol dan "kejauhan". Bagaikan punuk yang merindukan bulan, gak akan kesampaian. Aku saja yang menulis dua poin di atas merasa bahwa semuanya itu konyol buanget. Jauh dari jangkauanku (sekarang). Tapi di balik kekonyolan itu tersimpan mimpi-mimpiku. Seperti itulah aku ingin dikenal oleh orang-orang di sekitarku nanti.

Dari sekedar khayalan konyol, aku percaya, suatu hari nanti aku pasti bisa mencapainya. Karena aku tidak memperlakukan khayalan itu hanya sebagai khayalan. Aku ingin mencapainya, aku menjadikannya tujuan. Bila suatu hari nanti aku berhasil mencapainya, that will be my own Lifetime Achievement.

Teman, jangan takut untuk bermimpi. Yang namanya mimpi, cita-cita, semuanya berawal dari khayalan. Perbedaan antara orang yang dapat mencapai cita-citanya dengan yang tidak adalah apakah khayalan itu tetap ditinggal menjadi khayalan atau berubah menjadi tujuan hidup si pengkhayal. Mulailah dari pengkhayal, tapi berakhirlah sebagai pemenang. Jangan membuat mimpi yang biasa-biasa saja. Bermimpilah yang besar. Dan bawa semua cita-citamu itu kepada Tuhan, biar Dia yang bukakan jalan supaya kita dapat mencapainya. Bila memang cita-citamu itu sesuai dengan "Panggilan Suci"-mu, pasti kamu dapat menggapainya. 

Hei pengkhayal, jangan berhenti berkhayal. Dan jangan berhenti sebagai pengkhayal karena kita diciptakan untuk menjadi pemenang.

GBU alwayz... ^_^

© hiLda 2011
Baca selengkapnya...